

inNalar.com – Pada hari minggu, 10 Desember 2023 pasukan militer Israel memperluas serangan ke Gaza Selatan.
Padahal Gaza Selatan merupakan tempat ratusan ribu warga Sipil melarikan diri untuk mencari perlindungan dari pemboman Israel.
Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan telah memperingatkan situasi kemanusiaan yang ‘Apokaliptik’ di wilayah Palestina.
Mereka juga memperingatkan bahwa wilayah tersebut diambang kewalahan oleh penyakit kelaparan.
Mengingat ketidakjelasan penyampaian bantuan kemanusiaan langsung ke kamp pengungsian.
Hamas mengatakan bahwa pada hari Minggu, 10 Desember Israel telah melancarkan serangkaian serangan yang sangat kejam.
Baca Juga: Berhasil Diamankan, Pria Asal Kudus Hendak Jual Ginjal ke India Seharga Rp175 Juta, Mau Buat Apa?
Israel menargetkan kota Selatan Khan Younis dan jalan dari sana menuju Rafah dekat perbatasan dengan Mesir.
Hingga kini, setidaknya terdapat 17.700 nyawa melayang di Palestina akibat serangan Israel selama dua bulan ini.
Sebagian besar dari para korban merupakan warga sipil termasuk anak-anak dan perempuan.
Baca Juga: Anak SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Perundungan hingga Alami Patah Tulang, Respon Gurunya…
Israel sendiri telah berjanji untuk membasmi Hamas setelah serangan kelompok tersebut pada Oktober lalu.
Pada hari Sabtu, 9 Desember 2023, Israel mengatakan bahwa masih terdapat 137 tawanan yang berada di wilayah Palestina.
Di bagian Utara Kota Gaza, ribuan orang berlindung di Rumah Sakit Al-Shifa yang tidak lagi berfungsi dan sebagian telah hancur.
Diperkirakan 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengungsi, dikutip dari New Indian Express.
Di dekat persimpangan dengan Mesir, para pengungsi mengubah Rafah menjadi sebuah kamp pengungsian yang luas.
Setiap hari mereka kesulitan karena cuaca yang mulai dingin dengan makanan yang kurang karena ketidakjelasan datangnya bantuan kemanusiaan. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi