

inNalar.com – Tidak terasa kita di awal tahun 2022 ini sudah memasuki Bulan Rajab yaitu dimana Nabi Muhammad SAW Isra Miraj untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Allah SWT memperjalankan Nabi SAW pada peristiwa tersebut dari MAsjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hanya dengan waktu satu malam saja.
Tak hanya itu, Rajab merupakan salah satu bulan yang sangat diistimewakan oleh Allah SWT dengan melarang untuk melakukan kegiatan perang pada zaman Nabi SAW.
Baca Juga: Al Quran Surah Ali Imran Mulai Ayat 11 Hingga 20 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Ketika berbicara tentang Isra Miraj, di samping membahas perintah shalat dari Allah SWT, salah satu yang banyak menimbulkan pertanyaan adalah apakah jenis tunggangan Nabi Muhammad SAW kala itu.
Banyak tertera di Al-Qur’an, Hadist, maupun riwayat lainnya menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW menunggangi jenis hewan yang disebut dengan Buraq.
Hal tersebut dijelaskan kembali oleh Ustadz Kondang Adi Hidayat dalam salah satu video kajiannya di kanal Youtube Kajian Islam Official yang diunggah pada 10 Maret 2021.
Ia mengatakan di dalam susunan Bahasa Arab segala sesuatu yang bergerak secara kilat atau dibilang sangat cepat istilahnya adalah Barqun.
“Dalam bahasa Arab sesuatu yang berlangsung kilat, kilat kan cepat, satu kilatan, satu kibatan itu disebut dengan Barqun namanya, itu dalam bahasa Al-Qur’an kilat sekelebat itu ada cahaya sedikit itu disebut dengan Barqun,” jelasnya.
Kemudian kata UAH sapaan akrab Ustadz Adi Hidayat, kalau sesuatu yang sangat cepat saat dijadikan tunggangan maka disebut dengan Buraq.
Sehingga, lantaran Isra Miraj Nabi Muhammad SAW terjadi sangat singkat yaitu satu malam saja dengan jarak tempuh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, maka tunggangan Nabi Waktu itu dinamakan Buraq.
Adapun menurut UAH berdasarkan Hadits Nabi SAW, bentuk wujud dari Buraq adalah berupa hewan yang tidak setinggi dengan Bagal (Kuda Paling Cepat) dan serendah dengan Keledai.
“Bukan Bighal ya kuda paling hebat pada masanya, dan yang lebih besar dibandingkan dengan Keledai. Jadi tidak setinggi Bighal dan juga serendah Keledai disebut Nabi SAW Al-Buraq,” terang UAH.
Dan lebih dahsyatnya lagi Buraq tersebut bergerak sangat cepat sesuai dengan arah pandangannya. Ketika melihat ke suatu arah, maka seketika ia akan langsung sampai.
Sehingga UAH menyimpulkan, sebutan buraq diambil dari kilatan atau pergerakan dari tunggangan Nabi SAW tersebut yang sangat cepat.
“Jadi disebut Buraq karena kelihatannya akan sampai pada tujuan hanya sebatas penglihatannya, begitu lihat sampai ya, itu yang disebut dengan Buraq,” simpulnya.***