Ironi Dana Desa Rp1,1 M, Pedalaman Aceh Selatan Ini Masih Terisolir: Jalan Rusak hingga Jembatan Gagal Tender

inNalar.com – Kabar baik bagi gampong di pedalaman Aceh Selatan ini karena alokasi dana desa miliaran rupiah mengalir selama dua tahun berturut-turut.

Tidak mengagetkan ketika gampong di pelosok Aceh Selatan ini meraih dana desa Rp Rp1,15 miliar di tahun 2023.

Sementara pada tahun 2024, pedalaman Aceh Selatan ini pun masih kebanjiran dana desa Rp1,11 miliar.

Baca Juga: Dana Desa 2024 Rp4,79 Triliun Banjiri 6.497 Gampong di Aceh, 5 Kabupaten Ini Jadi Juaranya!

Pasalnya, dalam salah satu indikator alokasi dana menurut PMK Nomor 146 Tahun 2023 indeks kesulitan geografis masuk dalam pertimbangan besar kecilnya nominal.

Tampak alokasi formula tahun 2023 mengalir Rp455,8 juta untuk gampong yang satu ini.

Nominal semakin besar di tahun 2024 dengan perolehan alokasi formula sebesar Rp461,1 juta.

Baca Juga: MOHON MAAF! Tenaga Honorer Kriteria Ini Ditolak Jadi PPPK oleh MenPAN RB

Sebagai informasi, indikator nominal alokasi formula dalam dana desa ditentukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Pertimbangannya mencakup indeks kesulitan geografis desa tersebut, tingkat kemiskinan, luas wilayah, hingga banyaknya penduduk.

Gampong ini sendiri menjadi desa terluas, persentase luasnya menutupi 62,45 persen wilayah Kecamatan Kluet Timur.

Baca Juga: Sri Mulyani Sudah Resmikan! Honorer dengan 4 Kategori Ini Terima Kenaikan Gaji Tahun 2025: Cek Besarannya

Luas desa yang berjarak 9,7 kilometer dari kecamatan ini mencapai 214,66 kilometer persegi.

Total penduduk gampong terpencil yang satu ini sebanyak 1.459 jiwa, menurut BPS 2023.

Inilah Desa Pucok Lembang yang terletak di Kecamatan Kluet Timur, berjarak 47,2 kilometer dari Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga: Survei: Penderita Kanker di Yogyakarta Tertinggi di Indonesia, Disusul DKI Jakarta dan Sumatera Barat

Adanya komponen dana gampong yang mencakup alokasi afirmasi sebesar Rp158,5 juta di tahun 2023 dan Rp104,3 juta di tahun 2024 sedikit demi sedikit mengeluarkan daerah ini dari klasifikasi desa tertinggal.

Namun status desa terisolir masih membayangi gampong di pedalaman Aceh Selatan ini.

Sedikit kilas balik, Desa Pucok Lembang sempat mengalami banjir hingga tanah longsor pada tahun 2015 silam.

Bencana alam tersebut menyebabkan setengah badan jalan tertutup longsoran hingga menyulitkan para petani jagung, sawit, cabai, pinang, hingga pala untuk melakukan kegiatan ekonomi masyarakatnya.

Alat berat BPBD Aceh Selatan terpentok akses sulit hingga pinjaman Front Shovel dari Kementerian PU pun dikerahkan.

Baca Juga: 12 Ucapan Selamat Hari Pramuka 2024 Inspiratif Tema Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI

Hingga setidaknya tahun 2017, pembenahan Jalan Pucok Lembang masih menjadi harapan masyarakat agar ada pembenahan yang layak mengingat terdapat titik rawan longsor.

Jalan yang ada di Desa Pucok Lembang pun masih perlu menjadi prioritas utama, demikian yang diungkap Anggota DPR Aceh Hendri Yono.

Saat kunjungannya pada April 2024 ke desa tersebut, kondisi infrastruktur jalan dalam kondisi rusak. Perlu lapisan aspal yang laik agar tidak membahayakan para pengendara.

Selain akses jalan, jembatan untuk memudahkan warga desa pelosok Aceh Selatan menuju fasilitas umum di daerah Kecamatan pun sangat dinantikan.

Sebab fasilitas umum seperti rumah sakit atau arus bolak-balik warga saat mengangkut hasil bumi pun perlu dipermudah.

Namun sayangnya, tercatat dalam data LPSE Aceh Selatan, pembangunan Jembatan Pucok Lembang (tahap II) dengan sumber dana APBD 2024 statusnya terpentok ‘gagal tender’.

Menurut hasil evaluasi proyek, pemenang tender belum berhasil penuhi persyaratan yang ditentukan.

“Kualifikasi Personel K3 Konstruksi tidak sesuai dengan persyaratan dalam Dokumen Pemilihan Bab IB,” dikutip dari LPSE.

Tentu pembangunan jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp2,89 miliar ini masih terus menjadi penantian masyarakat.

Hal ini agar upaya kesejahteraan warga melalui asupan dana desa Rp1 miliar tidak berakhir sia-sia.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]