Irigasi Punah Sejak 1990, Bendung Peninggalan Belanda di Bogor Jawa Barat Dulu Aliri Sawah Seluas 7.145 ha

inNalar.com – Infrastruktur peninggalan Pemerintah Hindia-Belanda masih nampak kokoh, terutama bendung yang berada di Kota Bogor, Jawa Barat.

Dahulu areal persawahan di Kota Bogor dan Jakarta luasnya mencapai 7.145  hektare, urgensi membangun bendung oleh Pemerintah Hinda-Belanda pun mulai tergerak.

Namun di samping kebutuhan irigasi, ternyata fenomena alam dahsyat berupa banjir besar sangat mendorong Pemerintah Hindia-Belanda membangun bendung raksasa di Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: 16 September Diperingati Hari Ozon Internasional, Intip Sejarah dan Perjanjian Penting yang Mengikat

Sebagai informasi, peristiwa banjir dahsyat di tahun 1872 telah menyebabkan aliran air Sungai Ciliwung meluap dan menggenangi wilayah Jakarta.

Hingga akhirnya, bendung yang dinamakan dengan Katulampa ini mulai dibangun pada tahun 1889 dan diresmikan pada 11 Oktober 1912.

Bendung Katulampa ini dibangun dengan dua tujuan, yakni sebagai infrastruktur yang berfungsi sebagai alarm atau titik pengawasan debit air yang mengalir ke Jakarta.

Baca Juga: Ditolak Bank Utang USD28 Juta, Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Kalsel Ini Akhirnya Dipinjami Oleh…

Alasan yang kedua adalah sebagai kebutuhan pengairan lahan atau irigasi ke 5 ribu hektare areal persawahan yang berada di sekitar Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat.

Biaya pembangunan bendung peninggalan Belanda ini pun cukup besar di zamannya, yakni 80 ribu gulden.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, luas areal irigasi di sekitar Bendung Katulampa awalnya bahkan mencapai 7.145 hektare.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Istisqa Lengkap, Berdasarkan Kitab Taqrib dan Penjelasan Buya Yahya

Namun seiring perkembangan zaman, banyaknya bangunan yang memadati wilayah, lahan di Kota Jakarta telah beralih menjadi bangunan modern.

Hingga akhirnya pada tahun 1990, fungsi irigasi bendung ini pun akhirnya punah dan hanya mengairi areal persawahan sekitar 333 hektare saja.

Areal persawahan yang tersisa tinggal di daerah Bogor dan Cibinong saja.

Jadi, fungsi utama pembangunan bendung di Bogor, Jawa Barat ini pada dasarnya untuk mengairi lahan persawahan.

Adapun fungsi pendukungnya sebagai tempat dimana petugas penjaga wilayah aliran sungai memantau debit air di Sungai Ciliwung dari daerah hulunya.

Banyak penduduk yang mengira bahwa fungsi Bendung Katulampa adalah sebagai pengendali banjir.

Akan tetapi sesungguhnya infrastruktur ini hanya diperuntukkan sebagai pemantau debit air atau alarm khusus sebagai antisipasi banjir yang terjadi di Jakarta.

Diketahui jumlah pintu penguras yang ada di bendung ini sebanyak 4 buah, sedangkan pintu irigasi sebanyak 5 buah dengan masing-masing lebar pintunya 4 meter.

Adapun bangunan fisik Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat ini panjangnya 74 meter dan lebarnya 82,5 meter.***

Rekomendasi