

inNalar.com – Perusahaan energi global yang bermarkas di London ini merupakan salah satu investor asing yang hadir di Indonesia sejak lebih dari 55 tahun lalu.
Perusahaan ini merupakan penyedia energi terpadu terbesar di dunia, meliputi bahan bakar untuk transportasi serta energi untuk kebutuhan pemanas dan penerangan.
Terbaru, Perusahaan migas asal Inggris British Petroleum dikabarkan telah deal investasi final terkait garapan Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, dan Compression (UCC) di Papua Barat.
Baca Juga: Mohon Diperhatikan! Ini Susunan Duduk Anggota KPPS 1 Sampai 7 Beserta Perlengkapan TPS Pilkada 2024
CCUS adalah singkatan dari Carbon Capture, Utilization, and Storage merupakan peningkatan kapasitas produksi gas serta pengurangan emisi karbon melalui teknologi CCUS.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek LNG. Salah satu proyek yang dirintis oleh Presiden Joko Widodo.
Pengumuman adanya keputusan investasi akhir ini disampaikan oleh Murray Auchicloss, chief executif officer bp dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 21 November lalu.
Baca Juga: Profil dan Jejak Karir Politik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilgub Jawa Barat 2024
Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah mengantongi keputusan investasi akhir ini sebesar USD 7 Miliar. keputusan investasi akhir tersebut diputuskan oleh pemerintah setelah dilakukan evaluasi pihak bp.
Proyek investasi UCC Ubadari di Papua Barat diproyeksikan dapat menghasilkan tambahan sumber daya gas sekitar 3 triliun kaki kubik.
Proyek yang digadang-gadang dapat menyimpan hingga 15 juta ton karbon dioksida ini memiliki potensi besar yang diibaratkan seperti menemukan ‘harta karun’ di Papua Barat.
Cadangan gas yang dapat menghasilkan 3 triliun kubik sumber daya gas ini dijadwalkan akan digunakan dan diproduksi pada tahun 2028 mendatang.
Proyek Tangguh Ubadari UCC memiliki potensi besar untuk membawa perubahan signifikan di Papua Barat.
Proyek UCC ini dapat memiliki segudang manfaat salah satunya adalah mendukung kapabilitas tenaga kerja operasional nasional sebanyak 70% tenaga kerja asal Papua.
Baca Juga: Pilkada Serentak di 37 Provinsi, Apakah 27 November 2024 Jadi Hari Libur Nasional?
Ditargetkan, persentase tersebut diharapkan meningkat hingga mencapai 85% pada tahun 2029 nanti.
Selain meningkatkan kapabilitas tenaga kerja proyek UCC bisa mendorong pengembangan infrastruktur sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Diharapkan dalam proyek ini baik bp ataupun pemerintah bisa memanfaatkan sumber daya alam gas Papua Barat secara optimal.
Baca Juga: Ini Dia Sisa Formasi PPPK Tahap 1 yang Masih Bisa Dilamar Peserta PPPK Tahap 2
Tidak hanya untuk ekspor tetapi juga untuk kebutuhan domestik serta mehhadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat Papua Barat.
Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, dan Compression (UCC) kini berfokus pada peningkatan kapasitas produksi gas serta pengurangan emisi karbon melalui teknologi (CCUS). ***(Jassinta Roid Triniti)