

inNalar.com – Guna mempermudah akses dan meningkatkan konektivitas antar daerah di Sulawesi Utara terdapat sebuah ruas tol.
Salah satu ruas tol di Sulawesi Utara ini dikenal dengan ruas tol Manado Bitung.
Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Sulawesi.
Membentang sepanjang 39 kilometer, jalan tol Manado Bitung terbagi menjadi dua seksi.
Seksi pertama sepanjang 14 kilometer dan seksi kedua sepanjang 25 kilometer.
Pembangunannya dipercayakan kepada PT Jasamarga Manado Bitung sekaligus pengelola jalan tol.
Di ruas tol Manado Bitung terdapat 5 gerbang tol yakni gerbang tol Manado, Airmadidi, Kauditan, Danowudu, dan Bitung.
Pembangunannya selesai dan diresmikan pada tahun 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo.
Dana yang dibutuhkan untuk membangun ruas tol sepanjang 39 kilo meter ini mencapai angka triliunan.
Untuk merealisasikan proyek ruas tol Manado bitung, anggaran yang diperlukan sebesar Rp8,9 triliun.
Habiskan dana yang cukup fantastis, perusahaan pengelola yakni Jasa Marga malah menyebut tol ini paling merugikan perusahaan.
Hingga kini, ruas tol Manado Bitung dinilai belum menguntungkan karena lalu lintas yang sepi.
Hal tersebut dikarenakan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung yang kurang bergairah.
Bahkan salah satu anggota DPR RI Komisi VI Hendrik Lewerissa dengan berani memperkirakan jalan tol ini akan balik modal 40 tahun mendatang.
Sebenarnya, tujuan dari pembangunan ruas tol ini adalah untuk mendukung kawasan ekonomi khusus Bitung dan pelabuhan Bitung.
Baca Juga: Habiskan Dana Rp2,2 Triliun, Jalan Tol AP Pettarani di Makassar Ini Raih Penghargaan Internasional
Jasa Marga diminta untuk membangun ruas Tol Manado Bitung ini terlebih dahulu.
Namun, sayangnya pengembangan pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus masih belum dikembangkan.
Maka dari itu, bisa dibilang jalan tol ini adalah yang paling merugikan bagi Jasa Marga.***