Investasi Tembus USD 29,2 Juta, Seberapa Canggih PLTS Likupang Sulawesi Utara yang Punya 64.620 Panel Surya?

inNalar.com – Sulawesi Utara merupakan wilayah yang memiliki potensi energi baru terbarukan, salah satu yang telah dikembangkan ialah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kec Likupang Timur.

Pemprov Sulawesi Utara menggaet perusahaan produsen listrik swasta, Vena Energy, untuk mengembangkan PLTS di Desa Wineru, Kec Likupang Timur, Kab Minahasa Utara.

Siapa sangka, sejauh ini PLTS Likupang yang ada di Sulawesi Utara ini merupakan yang terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Salah Satu Provinsi dengan Biaya Hidup Termahal se-Indonesia, Kok Aceh Bisa Masuk?

Wilayah di Sulawesi Utara telah memanfaatkan PLTS Likupang ini sejak 5 September 2019.

Dengan memanfaatkan panas matahari, terdapat 64.620 panel surya yang tersebar di hamparan lahan Desa Wineru seluas 29 hektare siap untuk dijadikan sumber energi listrik.

PLTS Likupang ini mulai beroperasi pada jam 05.30 WITA dan rata-rata pengopersian hariannya bisa sampai 12 jam.

Baca Juga: Anggarannya Senilai Rp11 Miliar, Jembatan di Sulawesi Selatan Ini Jadi penghubung 11 Kampung Sekaligus

Adapun serapan daya panas mataharinya bisa sampai 15 mega watt hingga kapasitas maksimalnya 21 mega watt peak.

Namun, apabila kondisi cuaca di sekitar Likupang hujan, maka daya serap energinya 3 mega watt.

Kerennya lagi, PLTS Likupang ini memiliki sistem pembangkit online grid.

Baca Juga: Sudah Ada Sejak 1914, Perkampungan Tradisional di Kalimantan Barat Ini Memiliki Bangunan Unik

Jadi, setiap ada produksi listrik yang dihasilkan dari PLTS terbesar di Sulawesi Utara ini maka jaringan listriknya langsung terhubung secara online tanpa baterai ke pihak PLN.

Keberadaan PLTS Likupang yang terletak di Kab Minahasa Utara ini menjadi penopang listrik PLN di Sulawesi Utara.

Di balik manfaatnya yang sangat besar bagi penduduk di Provinsi Sulawesi Utara ini tentu ada biaya yang tidak sedikit.

Dikutip dari laman resmi Ditjen EBTKE, total biaya investasi untuk PLTS Likupang ini mencapai USD 29,2 juta saat tahun dibangunnya yaitu pada tahun 2017.

Proses realisasi PLTS Likupang Sulawesi Utara ini mencapai 1,5 tahun.

Meski begitu, harga listrik yang dihasilkan dari PLTS Likupang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga listrik yang menggunakan BBM.

Dengan geografis wilayah Sulawesi Utara yang terdiri dari kepulauan, maka tentu hal ini bisa menjadi suatu kesempatan bagi Pemprov Sulawesi Utara untuk terus mengembangkan PLTS di wilayah lainnya.

Pasalnya, potensi kepulauan yang tersebar di Sulawesi Utara ini sangat besar.

Terbukti dengan keberadaan laut, panas bumi, bioenergi, angin, air, dan cahaya matahari merupakan limpahan anugerah potensi sumber energi yang dimiliki oleh Sulawesi Utara.

Diharapkan Pemprov Sulawesi Utara terus menggenjot energi terbarukan agar target nasional di tahun 2023 untuk tingkat energi bauran sebesar 23 persen dapat tercapai.***

Rekomendasi