

InNalar.com – Jokowi selaku Presiden RI masih membujuk Jepang untuk berinvestasi ke IKN di Kalimantan Timur.
Jokowi masih terus menekankan pembangunan IKN di Kalimantan Timur yang menjadi mega proyek prioritas di Indonesia.
Pasalnya, pemerintah RI bakal memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kaltim.
Baca Juga: Terlilit Hutang ke 37 Kreditur, Pabrik Sepeda di Jawa Timur Kini Harus Bangkrut, Total Pinjamannya…
Hal ini dilaksanankan untuk membangun ekonomi dan infrastruktur yang Indonesia sentris.
Sehingga dibangun ibu kota baru di pulau Jawa yang diharapkan perputarannya kini makin menyeluruh.
Persiapan pembangunan ibu kota baru tentu tidak akan mudah, diperlukan banyaknya investor lokal maupun asing yang berinvestasi di wilayah tersebut.
Hal ini pun membuat Presiden Jokowi mulai membujuk para investor agar berdatangan ke IKN di Kalimantan Timur.
Salah satunya ialah mencoba merayu Jepang untuk bekerja sama dengan Indonesia terkait mega proyek yang direncanakan.
Melansir dari Antara, hal tersebut dilakukan saat orang nomor satu itu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Fumio Kishida.
Pertemuan tersebut dilakukan saat keduanya bertemu di sela-sela KTT ASEAN dan Jepang di Tokyo di pertengahan Desember 2023 ini.
Ayah dari Gibran Rakabuming Raka tersebut menyatakan bahwa dirinya pasti akan membicarakan pembangunan IKN serta mendorong agar investor asing mau berinvestasi di ibu kota baru.
Hadirnya investor asing maupun lokal sangat penting karena bisa mempercepat pembangunannya.
Mega proyek IKN di Kalimantan Timur sendiri dibiayai pemerintah dengan total investasi Rp60,9 triliun, yang dibagi menjadi batch satu dan dua.
Untuk batch pertama, ada 43 proyek yang pembangunannya dilakukan sejak 2020 sampai Maret 2023 dengan nilai investasi Rp24,5 triliun.
Proyek yang digarap seperti istana Presiden, kantor Presiden, Kantor Kementerian, jalan tol dan lainnya.
Sedangkan batch kedua, ada sebanyak 45 proyek dengan total investasinya mencapai Rp36,4 triliun.
Maka tak heran jika Pemerintah Indonesia terus mencari investor asing termasuk Jepang yang mau bekerja sama di IKN.
Menurut sumber yang dihimpun, Agung Wicaksono selaku Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN mengatakan bahwa sejauh ini baru investor lokal yang masuk.
Nilai investasi yang sudah masuk baru mencapai Rp36,2 triliun, yang semuanya berasal dari lokal dan beberapa bekerja sama dengan enam negara asing.
Meski belum ramai dikerumuni oleh asing, namun Pemerintah RI juga tak mau asal-asalan menerimanya dan pemilihannya sangat selektif.
Megaproyek IKN di Kalimantan Timur sendiri diproyeksikan rampung seluruhnya pada 2045 mendatang. ***