

InNalar.com – Warga Indonesia pastinya tahu, jika Kalimantan Timur (Kaltim) akan jadi Ibu Kota baru di Indonesia.
Megaproyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah digarap sejak tahun 2021 yang lalu.
Sementara itu, sebenarnya ada pula target yang direncanakan jika upacara bendera Agustus tahun 2024 akan dilakukan di Ibu Kota baru tersebut.
Karena itu, penggarapan dalam membangun Ibu Kota baru beserta fasilitas-fasilitas penunjangnya tentu harus dikebut.
Apalagi ada rencana pemindahan para ASN ke Kaltim yang akan dilaksanakan mulai tahun depan.
Jika sesuai rencana, maka pada bulan Juli-November 2024 sebanyak 3.246 ASN akan dipindahkan ke Ibu Kota baru tersebut.
Sedangkan untuk progres penggarapannya sendiri, Ibu Kota baru itu pada Agustus 2023 telah rampung 38,1%.
Namun untuk Desember 2023 ini, penggarapannya dapat dibilang cepat, karena IKN tahap 1 telah mencapai 62,65%.
Adapun untuk tahap 1, yang dikerjakan pada proyek Ibu Kota baru ini yaitu seperti konstruksi dasar meliputi Jalan Tol, Bendungan Sepaku Semoi, Istana Negara serta kantor presiden.
Tentu konstruksi dasar itu cukup penting, mengingat infrastruktur seperti itulah yang diperlukan di IKN.
Selain akan meningkatkan konektifitas ke Ibu Kota baru, Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekitaran Kalimantan Timur.
Sedangkan untuk Istana Presiden dan lapangan upacara, pada akhir tahun ini progresnya adalah 42%,.
Ada pula penyelesaian yang telah rampung sebesar 66%, untuk kantor presiden.
Dilansir InNalar.com dari PUPR, pengerjaan tahap 2 juga telah dimulai sejak April-Mei 2023.
Diketahui pada Desember ini pembangunan tahap 2 tersebut telah mencapai 11%.
Tentu hal ini memang berfungsi untuk menyongsong Indonesia emas pada tahun 2045.
Pasalnya, pembangunan megaproyek di Kaltim ini bukan hanya memindahkan Ibu Kota beserta para pegawainya saja.
Melainkan juga akan terjadi transformasi di budaya kerja serta pelayanan publik.
Sebagai tambahan, para ASN yang akan dipindahkan ke Ibu Kota di Kalimantan Timur itu nantinya akan dipilih dari 37 Kementerian/Lembaga.
Walau akan dipindahkan, namun tak perlu khawatir untuk tempat tinggal saat sudah jadi abdi negara di IKN.
Karena pemerintah telah menyiapkan 1.740 hunian untuk ASN yang telah berpindah ke IKN.
Jika sesuai rencana, maka megaproyek ini nantinya akan menghabiskan investasi yang sangat fantastis.
Karena nominal investasinya mencapai Rp524,7 triliun.
Mungkin pembangunan Ibu Kota baru ini adalah megaproyek terbesar di Indonesia saat ini.
Karena pembangunan infrastruktur lainnya oleh pemerintah tidak ada yang menelan investasi mencapai ratusan triliun seperti ini. ***