Investasi Rp157,3 Miliar untuk Steam Boiler, Presiden Komisaris PT Suparma Tbk Jual 3,46 Juta Saham, Tujuannya…

inNalar.com – Pada tahun 2024, PT Suparma Tbk akan melakukan sejumlah investasi dan salah satunya untuk pembelian mesin steam boiler.

Pembelian steam boiler ini menggunakan anggaran internal PT Suparma sebesar 10 juta USD atau setara Rp157,3 miliar.

Steam boiler yang baru ini lebih ramah lingkungan karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara hanya 25 persen.

Baca Juga: Laba Bersih Capai Rp557 Miliar, PT Sumber Global Energy (SGER) Bentuk Emiten Baru di Singapura Demi Ekspansi Pasar Mineral di Asia Tenggara, Namanya..

Penggunaan bahan baku batu bara ini lebih rendah diandingkan steam boiler milik perusahaan yang sudah ada.

Sisanya, mesin ini menggunakan sludge yakni limbah plastik dan limbah kayu untuk diubah menjadi energi panas.

Investasi pembelian mesin baru ini juga menjadi alasan perusahaan tidak membagikan devidennya pada RUPS 2023.

Baca Juga: Luasnya 568 Ribu Hektar, Taman Nasional di Kalimantan Tengah Ini Dulunya Jadi Tempat Kegiatan Illegal Logging

Padahal, laba perseroan naik 4,8 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022.

Meskipun begitu, investasi ini juga menjadi jalan perusahaan untuk meraih targetnya mendapatkan penjualan sebesar Rp3 triliun pada tahun 2024 mendatang.

Diketahui bahwa PT Suparma Tbk merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi kertas yang bertempat di Surabaya.

Baca Juga: Siapkan Dana Rp70 Triliun, Target Produksi PT Freeport Indonesia Makin Jumbo di 2024, Segini Estimasi Royalti ke Pemprov Papua Tengah 

Dilansir inNalar.com dari ptsuparmatbk.com, PT Suparma Tbk didirikan pada tahun 1976 di atas lahan seluas 5 hektar di Surabaya dan mempekerjakan sekitar 100 orang.

Investasi sebesar 10 juta USD untuk pembelian mesin steam boiler yang lebih ramah lingkungan, Presiden Komisaris PT Suparma Tbk, Welly menjual saham sebanyak 3.465.000 lembar saham.

Penjualan saham tersebut dilakukan dengan harga Rp420 per saham.

Baca Juga: Luasnya 568 Ribu Hektar, Taman Nasional di Kalimantan Tengah Ini Dulunya Jadi Tempat Kegiatan Illegal Logging

Penjualan saham ini dilakukan dengan tujuan mengalihkan ke pemegang saham publik demi memenuhi ketentuan jumlah saham free float.

Sebelumnya, jumlah kepemilikan saham Welly di perseoran sebesar 2.556.895.983 lembar saham atau 81,06 persen.

Namun, setelah transaksi ini berjalan kepemilikannya berkurang menjadi 2.553.430.983 lembar saham atau 80,95 persen.*** 

Rekomendasi