Investasi Mencapai Rp36,5 Triliun, Dua Pabrik Smelter Dibangun di Kalimantan Timur, Target Selesai Akhir 2024

inNalar.com  – Sekitar dua pabrik smelter nikel akan dibangun di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Proyek besar ini disebutkan memiliki nilai investasi hingga Rp36,5 Triliun. Proses pembangunannya sendiri akan dilaksanakan di tahun 2023 ini.

Dikutip dari Diskominfo Kaltim, pabrik smelter nikel pertama yang akan dibangun ada di Kel. Kariangau, Kec. Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Baca Juga: Tangan dan Kaki Sering Kesemutan? dr Zaidul Akbar Berikan Solusinya, Ternyata Mudah Banget!

Untuk total investasi di tempat ini sendiri mencapai Rp6,5 triliun. Proyek tersebut nantinya akan segera dikelola oleh PT Mitra Murni Perkasa.

Sedangkan lokasi kedua pabrik smelter berada di Kel. Pendingin, Kec. Sanga-sanga, Kab. Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Adapun perusahaan yang akan mengelolanya adalah PT Kalimantan Ferro Industry dengan nilai investasi hingga Rp30 triliun.

Baca Juga: Bakal Diserobot Flyover Sei Ladi, Jalan Layang di Batam Kepulauan Riau ini Tak Kunjung Jadi, Apa Masalahnya?

Berdasarkan keterangan Hadi Mulyadi selaku Wakil Gubernur Kaltim, proses pembangunan ini diharapkan para perusahaan yang beroperasi sukses nantinya.

Pabrik smelter ini sendiri juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Wagub sendiri memiliki keyakinan bahwa pemerintah dan masyarakat akan mendukung penuh pembangunan smelter nikel ini.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! dr Zaidul Akbar Makan ini Agar Ginjal Tetap Kuat, Bahannya Ada di Dapur Rumah!

Tujuannya tidak lain adalah demi kepentingan dan kemajuan tanah air khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Timur.

Proses peresmian pabrik smelter pertama sudah dilangsungkan pada Senin (11/9/23) lalu di PT Mitra Murni Perkasa oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Saat itu juga telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Agus Gumiwang selaku Menteri Perindustrian RI.

Kemudian didampingi pula oleh Adhi Mustopo selaku Direktur Utama PT PT Mitra Murni Perkasa Kalimantan Timur.

Adhi Mustopo menjelaskan bahwa proses pembangunan pabrik smelter nikel ini nantinya dapat mendukung industri baterai di tanah air.

Ia juga menegaskan bahwa investasi yang dilakukan adalah 100% dari penanaman modal dalam negeri.

“Target akhir 224 konstruksi pabrik selesai, dilanjutkan operasional, serta pengembangan turunannya dan produksi baterai nasional,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pabrik smelter nikel kedua Kab. Kutai Kartanegara diketahui akan diresmikan pembangunannya dalam waktu dekat.***

 

Rekomendasi