

inNalar.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, pada hari Minggu 6 Maret 2022, telah mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah bekerjasama dengan Polandia dalam rencana untuk mengirimkan bantuan berupa Jet Tempur ke Ukraina.
Polandia akan memberikan pesawat tempur MiG-29 buatan Rusia, disusul F-16 pemberian Amerika Serikat, yang akan dipasok untuk menambah kekuatan Angkatan Udara Ukraina.
Blinken mengatakan, “Kami bekerja dengan Polandia saat kami berbicara untuk melihat apakah kami dapat mengisi kembali apa pun yang mereka berikan kepada Ukraina.”
Baca Juga: Chelsea Resmi Dijual! Berikut Daftar Investor yang Berminat Mengambil Alih Kepemilikan The Blues
Blinken juga mengatakan AS sedang mendokumentasikan contoh serangan terhadap warga sipil, dan penggunaan senjata terlarang tertentu. Ini dapat menjadi bukti dalam penyelidikan Pengadilan Kriminal Internasional, atas dugaan kejahatan perang di Ukraina yang berasal dari invasi Rusia.
“Saat ini kami sedang melihat laporan-laporan ini, mereka sangat kredibel, dan kami mendokumentasikan semuanya,” kata Blinken.
Dia menambahkan bahwa AS akan mendukung penampungan pengungsi Ukraina, dan negara-negara yang mengizinkan mereka untuk mengungsi, serta akan memberikan tempat pengungsian di AS.
Baca Juga: AC Milan Kalahkan Napoli 1-0, Olivier Giroud Bantu Tempatkan Rossoneri di Puncak Klasemen Serie A
“AS berkomitmen untuk melakukan apa pun yang kami bisa, untuk mendukung negara-negara yang menanggung beban langsung akibat diinvasinya Ukraina, dan kemudian, jika sesuai, jika orang mencari status pengungsi di AS, kami akan melihat itu,” kata Blinken.
Pembicaraan yang sedang berlangsung mengenai rencana pengiriman Jet Tempur tersebut, didasari ketika Presiden Volodymyr Zelensky meminta bantuan kepada Kongres Amerika. Zelensky terang-terangan meminta bantuan senjata ke AS, untuk melengkapi pasukan Ukraina saat mereka terus melawan invasi besar-besaran Rusia.
Ketika Polandia mempertimbangkan untuk mengirim pesawat tempurnya ke Ukraina pekan lalu, pihak Warsawa secara langsung mengirimkan pertanyaan ke Gedung Putih, apakah pemerintahan Biden dapat menjamin akan memberi mereka jet tempur buatan AS untuk mendukung misi tersebut.
Baca Juga: Buya Yahya Tegaskan Agar Waspada Terhadap Doa Orang yang Disakiti Karena Bisa Langsung Tembus Langit
Gedung Putih kemudian mengatakan akan mempertimbangkan usulan Polandia. Pemerintah Biden tidak menentang Polandia yang akan memberi MiG kepada Ukraina, meskipun itu berpotensi meningkatkan ketegangan antara NATO dan Moskow. Polandia, untuk saat ini, tetap pada pendiriannya untuk mengirim Jet Tempur ke Ukraina.
Diskusi antara Warsawa dan Washington terkait pengiriman bantuan Jet Tempur militer tersebut saat ini masih berlangsung. Meskipun otorisasi untuk mengirimkan jet tempur baru ke Polandia bisa memakan waktu lama.
Juru Bicara Gedung Putih mengatakan, “Kami bekerja dengan Polandia dalam masalah ini, dan berkonsultasi dengan sekutu NATO kami lainnya. Kami juga sedang mengerjakan kemampuan yang dapat kami berikan untuk Polandia, jika memutuskan untuk mentransfer pesawat ke Ukraina.”
Beberapa negara Eropa Timur seperti Polandia, Bulgaria dan Slovakia diketahui memang memiliki lusinan pesawat tempur buatan Rusia. Namun beberapa negara tersebut Nampak ragu-ragu untuk menyerahkan pesawat-pesawat mereka ke Ukraina jika tanpa jaminan dari AS. Karena mereka mengharapkan agar Paman Sam dapat mengirimkan pesawat pengganti.
Angkatan Udara Polandia sendiri telah memodernisasi skuadron pesawatnya sejak 2006, ketika pertama kali mulai menerbangkan F-16. Dan pada 2020, mereka menandatangani kesepakatan senilai $4,6 miliar (Rp 67 triliun kurs saat ini) untuk 32 buah pesawat F-35, yang pertama akan tiba pada 2024.
Ini membuat pesawat-pesawat tua buatan Rusia yang mereka miliki bisa dikirimkan ke negara yang membutuhkan, salah satunya adalah seperti Ukraina sekarang.
Masalah pengiriman pesawat ke dalam sebuah pertempuran, memang lebih kompleks daripada upaya yang dilakukan oleh beberapa negara Eropa yang mengirimkan senjata anti-baju besi, dan pertahanan anti-udara ke Ukraina.
Selama beberapa minggu terakhir, AS telah mengirim 12.000 tentara ke Eropa untuk mendukung sekutu yang sedang gelisah di sepanjang front Timur NATO, yang sebagian besar dikirim ke Polandia untuk bergabung dengan 4.000 tentara AS yang sudah ditempatkan di sana.
Pasukan tersebut sedang melakukan misi pelatihan dengan militer Polandia, dan dapat dipanggil untuk membantu keadaan darurat kemanusiaan, jika gelombang pengungsi perang Rusia-Ukraina akan membanjiri Polandia dan Uni Eropa.***