Intip Sejarah Penetapan 10 Oktober Sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia, Direspon 27 Negara?

inNalar.com – Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia.

Peringatan ini merupakan bentuk asosiasi oleh lembaga kesehatan dunia yang bernama World Federation of Mental Health (WFMH).

WFMH menentukan peringatan tersebut pada tahun 1992, dipimpin oleh Richard Hunter, sekretaris jenderal waktu itu.

Baca Juga: Cuma Bisa Dilewati Motor, Intip Keindahan Wisata di Magelang Jawa Tengah Ini, Punya Spot Foto Gratis!

WFMH merasa prihatin karena masalah kesehatan mental yang bermunculan di berbagai negara.

Atas penetapan tersebut, mereka berharap dapat mengadvokasi dan mensosialisasikan masalah kesehatan mental.

Harapan tersebut diwujudkan dalam bentuk kampanye yang disiarkan selama dua jam di seluruh dunia.

Baca Juga: Kemenkes Palestina: Bantuan Medis di Gaza Sulit Masuk dan RS Beit Hanoun Tumbang Usai Berulang Digempur Israel

Setelah 3 tahun dilaksanakan, akhirnya 27 negara memberikan respon atau feedback atas penayangan tersebut.

Momen ini mengundang banyak komentar dari masyarakat, tak terkecuali warganet Indonesia.

Dilansir inNalar.com dari postingan Instagram yang diunggah oleh akun Cretivox.

Baca Juga: Berawal Sejak 1968, Perusahaan Multitambang Asal Brasil Ini Kuasai Blok Sorowako Sulsel Seluas 70,566 Hektar

Cretivox mengunggah gambar bertuliskan ‘Hari ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia’.

Unggahan tersebut menghasilkan like sebanyak 6.794 dengan berbagai macam komentar.

“Kesehatan mentalku mengikuti isi dompetku,” tulis akun rubeniwandii.

Ada juga komentar kocak lainnya, bahkan curhat habis putus cinta tapi sudah dapat pacar baru.

“Gua jadian di tanggal 10 ini, di bulan Juli kemarin putus wkwkwk, tanggalnya berarti banget sih,” tulis akun findmyhappinest.

Banyak akun lain yang meramaikan komentar dengan untaian doa.

“Selamat hari mental sedunia, semoga jiwanya terus diberi kewarasan dan kebahagiaan yah,” tulis akun harisenin.official. ***

 

Rekomendasi