

InNalar.com – Pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi terus dilakukan hingga saat ini.
Dalam progres pembangunannya, tidak selalu mulus. Akan tetapi terdapat beberapa kendala dan tantangan.
Tantangan yang berat adalah salah satunya dalam hal membelah gunung, karena harus mengerahkan puluhan eskavator.
Melansir video yang diunggah dalam akun youtube @official jasa marga, Jalan tol Probolinggo – Banyuwangi ini menjadi titik akhir jaringan jalan tol trans Jawa.
Ruas jalan yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas serta mempermudah mobilitas oran, barang, maupun jasa.
Tantangan dalam pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi ini tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja proyek jalan tol saja.
Baca Juga: Keren! 5 Fakta Unik Jalan Tol Bali Mandara Buatan Anak Bangsa, Ada Alat Pemantau Angin?
Melansir video yang diunggah dalam akun youtube @gundul ucul, di sisi kanan dan kiri pembangunan jalan tol terdapat tiang sutet dari PLTU Pytho, jadi bagi orang-orang yang akan mengambil video menggunakan drone juga harus berhati-hati.
Tantangan terberat adalah ketika pekerja proyek diharuskan untuk membelah perbukitan, menariknya jika pembangunan jalan tol sudah rampung.
Nantinya, pengendara akan dimanjakan dengan spot pemandangan perbukitan yang sangat luar biasa.
Untuk membelah gunung, harus dilakukan dan mengarahkan puluhan eskavator. Dari puluhan eskavator tersebut terus melakukan percepatan pembelahan gunung.
Bukit juga sudah dibersihkan, dan pohon-pohon sudah ditebang, dan jalanan yang nantinya akan dilalui sudah dilakukan pengrataan.
Jalur pekerjaan pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi juga penuh liku-liku karena dipenuhi dengan tanjakan dan turunan.
Bisa dikatakan jika medan proyek pembangunan jalan tol ini sangat ekstrim, jadi bagi pekerja proyek terutama harus berhati hati dalam pengerjaan pembangunan jalan tol nya.
Di dalam area pembangunan juga terdapat tempat yang dikhususkan untuk memarkirkan truk-truk alat berat.
Pembangunan jalan tol Probolinggo – Banyuwangi ini dibangun dan dikelola oleh PT Jasa Marga Probolinggo – Banyuwangi dengan presentase kepemilikan saham sebagai berikut:
1. PT Jasa Marga Persero Tbk yang merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 94,93%
2. PT Brantas Abi Praya Persero sebesar 5%
3. PT Waskita Told sebesar 0,07%.
Dengan pembebasan lahan sesuai dengan target, maka pengerjaan konstruksi dapat berjalan dengan lancar.***