

InNalar.com – Soeharto telah memiliki strategi baru dalam membangun Irian Jaya.
Dalam acara temu wicara presiden Soeharto dengan pasukan utama kirab remaja nasional ini IV membahas mengenai pembangunan Indonesia bagian timur.
Dalam penaksanannya, pertumbuhan stabilitas nasional dan pemerataan.
Pemerataan ini tidak hanya menikmati hasilnya, akan tetapi juga pemerataan pembangunan.
Pembangunan yang telah dilaksanakan adalah proyek inpres desa, inpres kabupaten sekalipun.
Pemerataan pembangunan ini dilakukan pemerataan, khususnya bari Irian Jaya.
Baca Juga: Peduli Penyandang Disabilitas, Soeharto di tahun 1994: Orang Cacat Bisa Jadi Dokter, Kenapa Tidak?
Pemerintah juga sudah mendorong dan pihak Soeharto sudah membentuk tim khusus menyiapkan program program pembangunan Indonesia bagian timur.
“Sampai sekarang belum banyak investor yang tertarik, semoga lambat laun mereka akan tertarik” ujar Soeharto.
Sudah dipastikan jika investasi pembangunan Irian akan menguntungkan berbagai pihak.
Baca Juga: Bongkar Filosofi Pembentuk Karakter Seorang Soeharto yang Hidup Bersama Mantri Tani
Program yang didahulukan adalah penyelesaian infrastruktur, pembangunan jalan dari Jayapura hingga Wamena hingga ratusan kilo.
Jika pembangunan jalan nantinya sudab dibuka, maka dipastikan rakyat dapat di posisikan disisi kiri dan kanan jalan.
“Apapun yang dibangun dari segi apapun jika tidak ada jalannya akan sia-sia karena tidak bisa diakses” Ujarnya
Hal tersbut disebabkan karena produk yang nantinya dijual akan membutuhkan ongkos yang lebih mahal dan jelas jelas tidak menguntungkan.
Setelah pembangunan jalan, di sebelah kanan dan kiri jalan akan diperuntukkan kepada rakyat untuk perkebunan.
Rakyat sendiri yang menjadi pelaksana dalan pembangunan perkebunan tersebut.
Jika strategi tersebut berhasil, pemasaran pun juga akan menjamin.
Keadaan menjadi lebih makmur dan ditekankan kembali jika infrastruktur jalan sangat mutlak untuk dibangun. ***