Intip Keunikan Pasar Terapung di Banjarmasin Kalimantan Selatan, Bagaimana Cara Transaksinya?

inNalar.com – Pasar terapung adalah tempat dimana kamu akan melihat pasar di sunga Kalimantan selatan yang jual beli disana dilakukan dengan menggunakan perahu terapung

Pasar terapung ini terletak di sungai barito kota Banjarmasin Kalimantan selatan, tepatnya di pertemuan sungai Kuin dan Barito.

Pasar Terapung Banjarmasin Kalimantan Selatan ini merupakan cerminan budaya masyarakat Banjar yang telah bertahan lama, bahkan terdapat ratusan sungai yang menjadi jalur transportasi penting hingga saat ini.

Baca Juga: Konten Oklin Fia Dinilai Jatuhkan Martabat Muslimah, Begini Keutamaan Hijab yang Benar di Islam

Tempat wisata juga bergantung pada sungai, seperti pasar terapung Muara Kuin di kota Banjarmasin.

Saat matahari terbit kamu dapat mengunjungi pasar ini, yang mencerminkan fajar di tengah perdagangan buah dan sayur di desa-desa sepanjang Sungai Barito dan sungainya.

Pasar Terapung Muara Kuin adalah pasar terapung tradisional yang terletak di tepi Sungai Barito di muara Sungai Kuin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Tempuh Jarak 81,8 Kilometer dari Bali, Pulau Tak Berpenghuni ini Punya Dunia Bawah Laut Laksana Surga

Jukung merupakan sebutan dalam bahasa Banjar untuk perahu yang digunakan untuk tpedagang dan pembeli dapat bertransaksi, dimualai selepas Subuh hingga pukul 9 Pagi.

Keistimewaan pasar ini adalah masih adanya pertukaran barang antar pedagang secara rutin dengan menggunakan perahu yang disebut Babanduk dalam bahasa Banjar.

Para pedagang (dukuh) yang menjual dagangannya dengan menggunakan perahu, sedangkan pedagang yang membeli di dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.

Baca Juga: Berdiri Pada Tahun 70an, Kampung dengan Nama Unik di Jawa Timur Ini Bermula dari Orang yang Menguasai 8 Bahasa

Banjarmasin, ibu kota provinsi, merupakan pusat perdagangan dan pariwisata. Kota Banjarmasin dijuluki Kota Air karena letaknya beberapa centimeter di bawah permukaan laut.

Kota Banjarmasin mempunyai luas sekitar 72 kilometer persegi atau sekitar 0,22% wilayah Kalimantan Selatan.

Kota yang dibelah dua oleh Sungai Martapura ini memberikan ciri khas tersendiri bagi penduduknya, antara lain pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi sungai, perdagangan, dan pariwisata.

Selain Pasar Terapung Muara Kuin Banjarmasin, pasar terapung lainnya yang bisa Anda temukan adalah di Lok Baintan yang berada di atas Sungai Martapura.

Kota Banjarmasin berawal dari seorang Sultan Suriansyah Pada tahun 1526 membangun sebuah kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito Sultan Suriansyah mendirikan kerajaan di tepi sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi awal mula kota Banjarmasin.

Di tepi pantai ini telah berkembang pusat perbelanjaan tradisional. Pedagang menggunakan perahu kayu kecil.

Sebagian besar pedagang ini adalah perempuan yang mengenakan tanggui khas Banjar dan topi besar dari daun rumbia.***

 

Rekomendasi