Intip Keunikan Langgar Tugel yang Jadi Destinasi Wisata Favorit Pelancong di Jawa Tengah

InNalar.com – Sebagai salah satu daerah yang eksotis dan kental akan budaya, Jawa Tengah kerap menjadi pilihan bagi masyarakat lokal maupun mancanegara untuk wisata.

Banyaknya alternatif tempat yang dapat didatangi menjadi salah satu nilai plus ketika akan melakukan perjalanan wisata di daerah ini.

Salah satu destinasi wisata dengan keunikan yang tak biasa di Jawa Tengah adalah Langgar Tugel.

Baca Juga: Teknologi Siluman Indonesia Jadi Ancaman Dunia, Sampai-Sampai Australia Rela Habiskan Rp9,8 Miliar Demi…

Dilansir oleh inNalar.com dari website resmi Gisikdrono.semarangkota, Langgar Tugel ini di bangun dengan desain khas Jawa seperti langgar pada umumnya.

Bedanya, terdapat ciri keunikan tersendiri dari langgar tersebut yakni bentuk bangunannya yang tidak utuh atau hanya separuh saja.

Diketahui penggunaan identitas tempat ibadah tersebut dengan kata “langgar” adalah karena warga sekitar beranggapan jika kesan dari frasa itu lebih dekat dengan budaya mereka.

Baca Juga: Ada Sejak Abad ke-18, Masjid di Jambi Ini Tak Bisa Diguncang Gempa Bumi hingga Dijuluki Keramat, Coba Tebak?

Selain itu, penamaan “tugel” yang diambil dari Bahasa Jawa dan dapat diartikan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai “terbagi dua” atau separuh, dipilih sesuai dengan konsep yang diusung.

Sementara itu, separuh dari langgar tersebut didirikan sekitar tiga kilometer dari lokasi yaitu di kampung wisata seni budaya Jatisari.

Langgar atau mushola sebagai tempat ibadah umat muslim ini berada tepat di depan Kantor Kelurahan Gisikdrono, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Hutan Keramat di Sulawesi Selatan Dihuni oleh Perempuan Cantik, Akses Jalannya Menantang, Bikin Merinding

Meskipun hanya memiliki luas 5×6 meter persegi, namun langgar yang berhasil dirampungkan dalam waktu enam bulan tersebut menjadi salah satu kebanggaan warga Gisikdrono.

Menurut beberapa sumber, pendirian langgar ini bahkan tidak menggunakan anggaran daerah setempat, melainkan himpunan dana swadaya yang diperoleh dari masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, pembangunan Langgar Tugel ini dilandasi oleh rasa apresiasi para warga Gisikdrono kepada tokoh masyarakat, mbah Kyai Sabar Drono, yang merupakan pendiri kampung.

Sebagai sebuah tempat ibadah pada umumnya, Langgar Tugel ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk sholat.

Saat ini, keberadaan Langgar Tugel yang diresmikan pada akhir tahun 2020 lalu tersebut dimanfaatkan sebagai tempat ibadah dan juga salah satu destinasi wisata religi populer di kota Semarang.

Disekitar wilayah Langgar Tugel ini juga disediakan berbagai spot untuk berswafoto, macam-macam permainan tradisional seperti dakon dan egrang, hingga kesenian tradisional seperti tarian dan jatilan.***

Rekomendasi