

inNalar.com – Beberapa sungai di Kalimantan Timur memiliki keunikan yang sulit ditemui di tempat lain.
Sebagai contohnya adalah sebuah sungai berwarna merah yang ada di jalur pendakian Gunung Beriun yang ada di Kalimantan Timur.
Gunung Beriun yang ada di Kalimantan Timur ini memiliki luas kawasan mencapai 25.870 hektare.
Dari total luas tersebut, 5.265 hektare di antaranya adalah hutan lindung dan 20.605 hektare sisanya adalah hutan produksi terbatas.
Adapun sungai unik yang ada di jalur pendakian Gunung Beriun ini bernama Sungai Marak. Nama ‘Marak’ berasal dari bahasa Dayak Basap yang artinya merah.
Hal tersebut karena warna air sungai yang tidak biasa, yakni berwarna merah.
Dilansir inNalar.com dari laman Protokol dan Komunikasi Sekretariat Daerah Kab. Kutai Timur (Pro Kutim), meski warnanya merah, namun air dari sungai ini aman untuk diminum.
Adapun rasa air yang berasal dari tempat ini adalah tawar seperti air pada umumnya, tetapi terasa segar dan dingin karena berada di ketinggian.
Selain Sungai Marak, terdapat empat sungai lain yang juga berhulu di Gunung Berliun, namun, keempat sungai tersebut tidak ada yang berwarna merah.
Menurut laman Pro Kutim, penyebab dari warna merah di tampat ini adalah karena kontaminasi akar-akar pepohonan yang sangat rimbun di sekitarnya.
Bebatuan di sekitar aliran air ini cukup licin karena banyak ditumbuhi lumut. Selain itu, rimbunnya tanaman pakis di sekitarnya membuat tempat ini nyaman untuk dijadikan lokasi untuk istirahat sejenak.
Sungai Merak membentang sejauh 9 kilometer dengan muaranya berada di Desa Muara Bulan.
Hingga saat ini, aliran air berwarna merah ini masih menjadi tumpuan bagi warga Kampung Baay yang memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan.
Selain itu, aliran sungai ini juga dipercaya dapat menjadi obat awet muda.
Meski terlihat indah yang menjadi keunikan tersendiri, namun, keberadaaan dari Sungai Marak ini saat ini mulai terancam.
Aksi penebangan hutan, baik resmi maupun ilegal, yang terjadi di Gunung Beriun membuat keberadaan Sungai Marak terancam.***