

inNalar.com – Pemerintah sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2022 akan jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. Tinggal menghitung hari, jangan sampai lupa bagaimana tata cara sholat Idul Adha.
Saat melaksanakan sholat Idul Adha, tentu harus diperhatikan dengan benar tata cara termasuk niat yang akan dilafalkan. Sholat Ied merupakan ibadah yang hukumnya sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjutkan walaupun bukan ibadah wajib.
Dalam melaksanakannya, ada tata cara yang berbeda dari pelaksanaan sholat wajib 5 waktu yang biasa kita lakukan. Niat serta anjuran pelaksanaan takbirnya juga berbeda.
Dilansir inNalar.com dari Nahdlatul Ulama inilah tata cara sholat Idul Adha beserta bacaan niat serta artinya.
Tata cara sholat Idul Adha ini diambil dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang berasal dari Kudus.
Pertama
Diawali dengan bacaan niat niat:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى
“Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak’taini” kalau dilaksanakan sendirian. Ditambah “imâman” saat menjadi imam, dan “makmûman” jika menjadi makmum.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Baca Juga: Sule Resmi Digugat Cerai Nathalie Holscher, Nenek Nathalie: Kalau Saya Kecewa, tapi…
Kedua
Lakukan takbiratul ihram seperti shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, lakukan takbir lagi hingga 7x pada rakaat pertama.
Di antara takbir-takbir tersebut juga dianjurkan untuk membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Baca Juga: Arema FC Permalukan PSIS Semarang di Semifinal Piala Presiden 2022, Striker Baru Cetak Gol
Atau boleh juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Ketiga
Tata cara yang ketiga yaitu membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A’lâ.
Dilanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti pada pelaksanaan sholat biasa.
Baca Juga: Haram Berpuasa, Ini Amalan di Hari Tasyrik yang Dianjurkan untuk Umat Islam
Keempat
Pada posisi berdiri kembali di rakaat kedua, lakukan takbir lagi sebanyak 5x sambil mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” sama seperti rakaat pertama.
Di antara takbir-takbir tersebut juga lafalkan kembali bacaan seperti yang dijelaskan pada poin kedua.
Selesai membaca Surat al-Fatihah, pada rakaat kedua juga dianjurkan untuk membaca Surat al-Ghâsyiyah. Dilanjutkan dengan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Kelima
Setelah salam, jamaah disarankan untuk tidak terburu-buru pulang, melainkan disunnahkan untuk mendengar khutbah idul adha terlebih dahulu sampai selesai.
Kecuali jika pelaksanaan sholat Id tidak ditunaikan secara berjamaah. Pada saat Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak takbir.
Takbiran dilaksanakan sejak ba’da shubuh di hari Arafah atau bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai hingga selesai hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. ***