Inilah Tanda-Tanda Diabetes Melitus Pada Anak, Segera Cek ke Dokter Jika si Buah Hati Sering Minum Air Putih

inNalar.com – Penyakit diabetes melitus termasuk ke dalam penyakit yang paling diwaspadai oleh masyarakat Indonesia. Kini, tak terkecuali pada usia anak-anak. Mengenali tanda-tandanya bisa menjadi langkah awal menurunkan resiko besar dari penyakit kencing manis ini pada buah hati.

Dilansir dari laman who.int, World Health Organization atau WHO pun menyatakan bahwa kini resiko diabetes melitus pada usia anak-anak pun semakin besar.

P2PTM Kemenkes RI pun mengungkapkan melalui laman p2ptm.kemkes.go.id bahwa tercatat sebanyak 1.213 kasus diabetes melitus pada anak dalam kurun waktu tahun 2009 sampai dengan 2018.

Baca Juga: Lee Junho 2PM da YoonA SNSD Cinlok dalam Drama ‘King the Land’

Berikut ini sederetan tanda-tanda diabetes melitus pada anak yang perlu diketahui oleh para orang tua berdasarkan penjelasan dr Lucia Nauli Simbolon, SpA, bisa menjadi langkah awal untuk menyelamatkan sang buah hati.

1. Sering Kehausan (Polidipsia)
Rasa haus adalah hal yang normal bagi siapapun, tetapi jika frekuensinya semakin sering pada anak maka perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda diabetes melitus.

Kondisi tersebut terjadi karena tubuh sang buah hati tidak mampu memproduksi hormon insulin dan kemampuan menyerap cairan kurang baik, sehingga tubuh akan meresponnya sebagai kondisi dehidrasi.

Baca Juga: Awas! Ini Cara Penularan Bakteri Antraks, Jangan Sampai Terjangkit Karena Bisa Menimbulkan Kematian

2. Merasa Lapar Terus (Polifagia)
Pada dasarnya, rasa lapar adalah alarm tubuh yang normal bagi setiap orang. Namun, perlu diwaspadai jika sang anak selalu merasa lapar dan ingin makan.

Salah satu tanda diabetes melitus pada anak adalah frekuensi rasa lapar meningkat. Kondisi ini dipicu karena ketidakmampuan memproduksi insulin yang cukup, sehingga tubuh akan meresponnya dengan kondisi kekurangan energi dan lemas tidak bertenaga.

3. Sering Buang Air Kecil (Poliuria)
Jika sebelumnya sang buah hati sering buang air kecil hingga mengompol, para orang tua perlu mewaspadainya. Pasalnya, kondisi ini merupakan tanda diabetes melitus yang sering dijumpai pada usia anak.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu, Ini Link Resmi Beserta Cara Beli Tiket Taylor Swift di Singapura

Frekuensi buang air kecil pada anak yang semakin meningkat di malam hari juga bisa menjadi cara mendeteksi tanda diabetes melitus pada sang buah hati.

4. Berat Badan Terus Menurun
Tanda-tanda anak mengalami diabetes melitus salah satunya bisa dilihat dari berat badannya.

Meski anak sering merasa lapar, berat badannya sulit naik atau bahkan terus menurun. P2PTM Kemenkes RI memberikan panduan cara mendeteksi diabetes melitus dengan melihat dari perkembangan berat badan anak.

Tanda yang satu ini bisa dicek oleh orang tua, bagaimana perkembangan berat badan pada anak dalam kurun waktu 2 sampai dengan 6 minggu.

Apabila anak sering makan, tetapi berat badan terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sangat direkomendasikan untuk segera diperiksakan ke dokter.

Inilah tanda-tanda diabetes melitus pada anak yang perlu menjadi perhatian para orang tua.***

Rekomendasi