

inNalar.com – Yang pernah belajar sejarah pasti tau dong apa itu VOC ? Yap, ternyata VOC pernah menjadi Perusahaan terbesar di seluruh dunia sepanjang sejarah.
Kok bisa VOC? Karena aset yang dimiliki VOC melebihi gabungan aset dari berbagai Perusahaan besar terkenal jaman sekarang.
VOC memiliki aset sekitar USD 796 Triliun atau sekitar 114 Ribu Triliuan.
Jika seandainya 20 perusahaan terkaya di dunia saat ini seperti Apple, Microsoft, Alibaba, Alphabet hingga Tesla tidak dapat menyaingi kekayaan VOC.
Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) adalah perusahaan Belanda yang dulunya pernah berkantor di Batavia (Jakarta).
VOC menguasai perdagangan produk rempah-rempah, perkebunan, hingga pekerja yang terentang dari Eropa sampai Asia.
VOC terbentuk dari penggalangan dana masyarakat dengan sistem kepemilikan saham VOC, ada lebih dari 1.800 investor yang membeli dari 6 kota di belanda.
Hal ini menjadikan VOC sebagai perusahaan pertama di dunia yang melakukan IPO, dan Amsterdam menjadi Bursa saham pertama di dunia.
Dalam IPO VOC berhasil menghimpun total dana sekitar 6 Juta Gulden.
VOC menjadi Perusahaan Multinasional Raksasa dengan aset 150 Kapal dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja dan 10.000 personil militer.
Ada beberapa faktor kesuksesan VOC yang jadi terobosan radikal yang menginspirasi dunia bisnis dari dulu sampai sekarang.
VOC membangun rantai perdagangan yang mana mereka melakukan riset di berbagai wilayah untuk tahu kebutuhan yang dicari dan wilayah mana yang kaya akan barang tersebut.
VOC juga membuat jaringan perdagangan yang saling terkoneksi di seluruh Asia, seperti sutra diekspor ke Jepang untuk diganti jadi koin perak, koin perak akan di tukar dengan rempah-rempah dari Nusantara (Indonesia).
Starategi ini bisa meraup keuntungan bersih tahunan sampai 15.000% pada pertengahan abad 17.
VOC juga merupakan perusahaan pertama yang memiliki kantor cabang lintas Benua yaitu di Batavia (Jakarta).
Dengan adanya kantor cabang VOC berhasil memonopoli perdagangan dan menyingkirkan pesaingnya seperti Inggris, Portugis dan Spanyol.
Voc menguasai seluruh proses bisnisnya dari mulai pembuatan kapal, produksi barang, pengiriman barang, pemasaran sampai penjualan ke tangan konsumen.
Kalo di dunia modern Konsep ini dinamakan vertical integration yang dipakai juga oleh perusahaan besar sekarang seperti Apple, Amazon, dan juga Tesla.
Terus kenapa bisa Bangkrut? Ada beberapa faktor penyebab kebangkrutan VOC.
Faktornya seperti penyelundupan yang dilakukan oleh petani dan para penguasa lokal ke pedagang Inggris dan Tiongkok yang memberikan harga tinggi.
East India Company (EIC) dari Inggris salah satu saingan VOC yang juga mulai meniru model bisnisnya yang akhirnya VOC tidak dapat menjual barang dengan harga tinggi.
Banyaknya pegawai yang korupsi membuat perusahaan tidak berjalan profesional.
Konflik eksternal yang terjadi di Nusantara (Indonesia) dan dari berbagai pedagang Eropa, yang membuat VOC kehilangan banyak anggarannya.
Dan faktor terakhir adalah manajemen keuangan yang buruk. VOC lebih memilih berhutang daripada menggunakan uang modal.
Akibatnya rasio hutang terus menumpuk dan semakin besar melebihi jumlah modal.
Akhirnya pada 31 Desember 1799 Voc resmi bangkrut, dan seluruh asetnya diambil alih oleh pemerintah Belanda.
Nah, jadi apa bener Voc merupakan perusahaan terbesar sepanjang sejarah?
***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi