Inilah Perguruan Silat Historis di Jawa Timur yang Ikut Mendirikan IPSI


inNalar.com –
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) didirikan di Solo tepatnya di Surakarta pada 18 Mei 1948, pada awalnya IPSI didirikan oleh 10 perguruan silat yang dari seluruh Indonesia.

Pencak silat di Indonesia terus berkembang secara pesat, IPSI mencatat sampai pada tahun 1993 setidaknya terdapat 840 perguruan pencak silat yang ada di Indonesia.

Tercatat ada 16 perguruan pencak silat yang terdaftar sebagai anggota IPSI Pusat, berdasarkan AD/ART IPSI tahun 2016 yang terdiri dari 10 anggota khusus dan 6 anggota biasa.

Baca Juga: Bak Eropa, Siapa Sangka Perumahan Elit Ini Ternyata Ada di Papua

Anggota khusus ini biasa dikenal dengan sebutan perguruan silat historis, hal ini dikarenakan perguruan tersebut berperan besar pada awal berdirinya IPSI 75 tahun silam.

Dari 10 anggota khusus atau perguruan silat historis, ternyata beberapa diantaranya merupakan perguruan pencak silat yang berasal dari Jawa Timur.

Jawa Timur memang cukup dikenal dengan budaya pencak silatnya yang kental, dan bisa dikatakan sebagai basis massa pencak silat di Indonesia, karena banyak pendekar yang lahir dan berkembang di Jawa Timur.

Baca Juga: Berdiri Selama Hampir 20 Tahun, Pondok Pesantren di Jawa Tengah Ini Santrinya Memakai Pakaian yang Unik

Dibeberapa daerah di Jawa Timur silat sudah menjadi suatu identitas yang sangat sakral, tidak jarang kita bisa melihat lambang perguruan silat di gapura sebuah desa.

Inilah beberapa perguruan pencak silat di Jawa Timur yang termasuk dalam kategori anggota khusus, atau bisa disebut perguruan silat historis :

  1. Persaudaraan Setia Hati

Berawal dari seorang pendekar bernama Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo  yang mendirikan sebuah perkumpulan dengan nama, Sedulur Tunggal Kecer yang mana pencak silat pada perkumpulan ini dinamakan Djojo Gendilo Cipto Tjipto Muljo.

Baca Juga: Luasnya Hampir 2000 Hektar, Pondok Pesantren Al Zaytun di Jawa Barat Jadi Ponpes Termegah se Asia Tenggara

Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo akhirnya berpindah ke Madiun tepatnya di Desa Winongo, lalu mendirikan perguruan yang ia namai Persaudaraan Setia hati, alasan nama persaudaraan adalah untuk mempererat hubungan antar warga PSH.

    2. Persaudaraaan Setia Hati Terate

Awal mulanya PSHT bernama Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC) tahun 1922, yang masih berakar pada dari Ki Ageng Ngabehi Soerodiwirjo, lalu pada kongres di tahun 1948 SH PSC berubah nama menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sampai saat ini kita kenal.

PSHT tersendiri tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara seperti Brunei, Prancis, hingga Amerika Serikat, mulai tahun 1986 sampai 1999 tercatat memiliki 108.267 anggota.

    3. Perisai Diri

Perisai Diri lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 2 Juli 1955 oleh R.M Soebandiman Dirdjoatmodjo, memiliki 156 unsur gabungan silat dari berbagai daerah di Indonesia dengan motto “Pandai Silat Tanga Cedera”.

Perisai Diri tidak hanya memiliki unsur silat dari Indonesia saja tetapi juga unsur Shaolin (Siaw Liem) dari Tiongkok, hal ini dikarenakan R. M Soebandiman Dirdjoatmojo perch berguru pada Yap Kie San asal Tiongkok.

   4.  Perisai Putih

Perguruan Silat National Perisai Putih (PSN Perisai Putih) yang pusat keilmuannya betada di Surabaya, didirikan oley R. Ahmad Boestami pada 1 Januari 1967 

PSN Perisai Putih pada awalnya bernama Yiusuka Perisai Putih, namun karena nama ini dianggap terlaulu asing maka pada kongres IV IPSI di Jakarta dirubah menjadi Perguruan Silat Nasional Perisai Putih.

Itulah beberapa perguruan pencak silat dari Jawa Timur yang termasuk dalam anggota khusus atau bisa disebut perguruan silat historis, bukan tanka alasan predikat perguruan silat historia mereka dapatkan karena perannya pada awal pembentukan IPSI di Surakarta pada 1948. *** Razif Abdillah

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]