

inNalar.com – Isra Miraj sendiri adalah hari ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu ke Sidratul Muntaha.
Beberapa sumber mengatakan, bahwa Isra Miraj berlangsung sebagai hiburan dari Allah SWT untuk Rasulullah yang tengah dilanda kesedihan.
Tak lama sebelum Rasulullah melakukan perjalanan, beliau ditinggal dua orang terdekatnya, istrinya Khadijah dan pamannya Abi Thalib yang baru saja wafat.
Baca Juga: Mengenal Arti Endemi, Apa Bedanya dengan Epidemi dan Pandemi?
Kedua orang tersebut berperan besar dalam kelangsungan penyebaran Islam pada masa awal dakwah Nabi Muhammad.
Kejadian Isra Miraj sendiri menjadi kehebohan di kalangan kaum kafir Quraisy. Sebab, kaum kafir Quraisy tak percaya dengan pengakuan Rasulullah yang hanya melakukan perjalanan tersebut dalam waktu semalam. Normalnya, perjalanan ke Masjidil Aqsha di Yerusalem dilakukan dalam waktu 40 hari.
Namun, perjalanan itu sulit disangkal sebab Rasulullah dapat menjelaskan detail bangunan Baitul Maqdis yang terletak di Yerusalem dan wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Inilah Asal Mula Peringatan Isra Miraj Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia
Akhirnya, mereka mengakui penjelasan Nabi Muhammad benar adanya, tapi memilih untuk tetap tidak percaya.
Kendati demikian, peristiwa tersebut dibenarkan oleh Abu Bakar, sahabat setia Nabi Muhammad. Abu Bakar justru heran mengapa kaum kafir Quraisy tak percaya sementara penjelasan Nabi Muhammad benar adanya.
“Demi Allah, jika benar Muhammad mengatakannya, maka ia benar,” terang Abu Bakar.
Baca Juga: Tradisi Unik di Bulan Ramadhan yang Dilakukan di Rusia: Puasa Hingga 22 Jam
Hingga hari ini, peristiwa Isra Miraj masih menjadi hari besar bagi umat Muslim. Peringatan tersebut bertepatan dengan hari ini, Senin, 28 Februari 2022.***