Inilah Khutbah Jumat Singkat Cocok dengan Kondisi Jelang Pemilu Indonesia, Tema Sikap Moderat dalam Berpolitik

 
 
inNalar.com – Khutbah Jumat singkat dan padat serta penuh hikmah lebih efektif dari pada ceramah panjang namun membosankan. Tema sikap moderat dalam berpolitik yang ada di artikel ini cukup pendek sesuai kondisi menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.
 
Pemilu 2024 memang masih dua tahun lagi namun ada tahapan yang akan dimulai dalam waktu dekat, tema sikap moderat dalam berpolitik pada saat khutbah Jumat singkat bisa mencerahkan umat Islam dimana terkadang lalai dan berlebihan.
 
Kaum muslimin yang terpengaruh dengan perilaku buruk seringkali terpancing oleh keadaan sehingga membuat situasi menjelang Pemilu 2024 kacau, melalui khutbah Jumat singkat diharapkan ada perubahan menuju kedewasaan bernegara, tentu tema sikap moderat dalam berpolitik pun menjadi penting.
 
 
Tidak mudah berbicara menarik dan lama di hadapan banyak orang termasuk kepada hadirin di masjid, khutbah Jumat singkat solusinya, agar lebih menarik lagi sebaiknya memilih materi sesuai keadaan yang mana saat ini menjelang Pemilu 2024, contohnya tema sikap moderat dalam berpolitik, dan lain sebagainya.
 
Dikutip inNalar.com dari laman NU pada Selasa, 17 Mei 2022 tema sikap moderat dalam berpolitik walaupun masih dua tahun lagi baru Pemilu 2024 tetap relevan disampaikan untuk khutbah Jumat singkat pekan ini susunan Alhafiz Kurniawan.
 
Khutbah I
 
 اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لآإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 
 
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah. 
 
Di awal khutbah ini, mari kita tingkatkan ketakwaan terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, dengan berupaya secara optimal menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.
 
 
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah. 
 
Di antara wujud nyata peningkatan ketakwaan terhadap Allah adalah bersikap moderat dalam segala hal termasuk dalam berpolitik.
 
    كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ 
 
Artinya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,” (Surat Ali Imran ayat 110). 
 
Politik dapat memuluskan jalan menuju terlaksananya misi amar makruf nahi mungkar dan memperkuat perannya sebagai benteng akidah aswaja, pengawal moral dan penyangga NKRI. Tujuan yang suci itu harus dicapai dengan jalan yang suci pula. Dengan demikian, aktivitas politik umat Islam harus dijalankan dengan memperhatikan akhlak dalam Islam. Sedangkan Islam berwatak tawassuth-i’tidāl, tasāmuḥ, tawāzun atau bisa disingkat wasathiyah (moderatisme). 
 
 
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah.
 
Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, praktik politik harus berwawasan kebangsaan dan menuju integrasi bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya mamsyarakat adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat.
 
Berpolitik yang moderat harus dilakukan dengan moral, etika, dan budaya yang berketuhanan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi persatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakasanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah. 
 
Dengan demikian, praktik berpolitik bukan sekadar meraih kekuasaan strategis dengan menghalalkan. Praktik politik yang moderat merupakan aktivitas politik yang mengedepankan moralitas agama, integritas, dan juga konstitusional dengan semangat musyawarah dalam pemecahan masalah dan semangat persaudaraan. 
 
Berpolitik dengan dalih apapun tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecahbelah persatuan. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga negara harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadhu’ dan saling menghargai satu sama lain untuk menjaga persatuan dan kesatuan. 
 
 
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah. 
 
Demikian sejumlah rambu-rambu Islam dalam moderasi berpolitik agar kita tidak terjebak dalam politik sektarian yang memicu keretakan sosial. Semoga khutbah Jumat ini dapat menjadi bekal itu untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya. Amin. 
 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3). بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَالْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
 
Khutbah II
 
 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
 
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ
 
 
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والرِّبَا وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.
 
فَيَا عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَعَزَّ وَأَجَلَّ وَأَكْبَرْ
 
Demikian khutbah Jumat singkat terbaru dengan tema sikap moderat dalam berpolitik.****

Rekomendasi