Inilah Jembatan Merah Surabaya, Saksi Bisu Terjadinya Peperangan yang Menciptakan Hari Pahlawan 10 November

InNalar.com – Hari ini, tepat 10 November 2023 di negara Indonesia dinobatkan menjadi hari pahlawan karena peperangan yang terjadi di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan sejarahnya, hal tersebut karena masih terjadi peperangan melawan Inggris di daerah Surabaya.

Tepatnya, peperangan itu terjadi di jembatan merah, yang berada di Jalan Kembang Jepun, Kecamatan Pabean Cantikan.

Baca Juga: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya Ditemukan Meninggal Dalam Mobil, Ini Respon Pihak Kampus

Dalam memperingati hari pahlawan ini, tentu tidak ada salahnya untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.

Terutama peperangan 10 November 1945 di mana warga Surabaya melawan para tentara sekutu Inggris.

Menilik lebih lanjut, sebenarnya jembatan merah ini sudah ada sejak tahun 1743.

Baca Juga: Ternyata Bukan Surabaya Peringkat Pertama? Berikut 5 Kota Termaju di Indonesia 2023, Nomor 1 Mengejutkan!

Kala itu, jembatan tersebut merupakan infrastruktur dari mulai berkembangnya daerah perniagaan karena adanya Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC.

Dulunya, jalur perniagaan yang berada di Jawa Timur itu masih dibuat menggunakan kayu.

Namun sejak tahun 1890-an, pagar pembatas dari jalur perniagaan itu telah diubah dari kayu menjadi besi.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Disebut Gandeng Investor China, Menko Marves Luhut: Bunga Lebih Rendah

Dilansir InNalar.com dari laman Pemerintah Kota Surabaya, berlanjut di tahun 1945, maka terjadilah peperangan di sekitar daerah tersebut hingga menewaskan pimpinan tentara Sekutu Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.

Tepatnya, Brigjen Mallaby ini meninggal pada 30 Oktober 1945 di depan gedung Internatio yang jaraknya hanya 5 meter dari jembatan merah.

Itulah yang memantik dari pecahnya perang 10 November 1945 sampai Surabaya mendapat julukan juga menjadi Kota Pahlawan.

Pada 10 November 1945, saat itu terdapat para sekutu yang berkumpul di sekitar jembatan merah.

Akan tetapi, para warga Surabaya langsung menghalangi mereka agar tak dapat melintasi jembatan tersebut dengan cara menggunakan perabotan yang ada.

Blokade jalan itu dilakukan warga Surabaya dengan cara meletakan kasur, dipan, lemari dan banyak lagi perabotan lainnya.

Namun blokade itu tetaplah jebol, karena tentara sekutu kala itu menggunakan pesawat tempur hingga tembakan dari laut.

Pada saat itu peperangan pun yang terjadi di jembatan merah pun sampai menelan banyak korban dari warga Surabaya.

Jadi tak heran pula jika jembatan itu disebut dengan jembatan merah, karena menjadi saksi bisu peperangan 10 November 1945.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]