

inNalar.com – Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang berakal, baligh, sehat, dan wanita yang terbebas dari hadats besar.
Anak-anak pun juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa Ramadhan, meski dalam hukum syariat belum wajib tapi alangkah baiknya orang tua menyuruhnya untuk berpuasa.
Hal itu bertujuan untuk membiasakan diri dari kecil berpuasa selama anak tersebut mampu melaksanakannya.
Baca Juga: Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan, Buya Yahya: Dosa yang Sangat Besar
Umat Muslim yang sedang berpuasa, dalam keadaan tertentu dibolehkan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.
Untuk mengetahui golongan-golongan yang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan, simak selengkapnya dalam artikel ini.
1. Orang Sakit
Orang sakit yang tidak kuat untuk berpuasa Ramadhan atau penyakitnya akan tambah parah jika memaksa puasa, maka diperbolehkan meninggalkan rukun Islam yang ketiga itu.
Kendati demikian, ketika sakitnya sudah sembuh ia wajib mengganti puasa Ramadhan di hari yang lain sebanyak ia meninggalkan ibadah puasanya.
Baca Juga: Detik-detik Menuju Ramadhan 2022, Ustadz Khalid Basalamah ‘Sayang Kalau Disia-siakan’
Lebih lanjut, jika ia tidak mampu mengganti dengan puasa di lain hari, maka harus menggantinya dengan fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sesuai aturan dalam syariat Islam.
Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 184, yang berbunyi:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
2. Musafir
Musafir atau orang yang bepergian jauh dalam tujuan baik, boleh meninggalkan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.
Namun, ia berkewajiban mengganti puasanya pada hari-hari yang lain setelah Ramadhan.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan 2022, Bahasa Arab Serta Terjemahannya
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim,
“Rasulullah SAW ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun mengatakan, “Ini adalah orang yang sedang berpuasa.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar.”
3. Lansia
Orang yang sudah tua atau lanjut usia diberi keringanan boleh meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan, apabila jika berpuasa bakal memberatkan mereka.
Akan tetapi wajib mengganti puasa yang ditinggalkan dengan fidyah (memberi makan fakir dan miskin).
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Ungkap Syarat Wajib Puasa Ramadhan, Begini Penjelasannya
Ketentuannya yakni apabila tidak berpuasa satu hari, wajib memberi makan fakir miskin untuk satu hari juga.
Hal itu juga dijelaskan dalam Surah Al Baqarah ayat 184.
4. Wanita Hamil dan Menyusui
Wanita yang sedang hamil dan tengah menyusui anaknya diperbolehkan untuk meninggalkan puasa Ramadhan, jika khawatir dengan keselamatan dirinya dan anaknya.
Menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, mereka wajib membayar fidyah, dan tidak wajib mengqadha.
Di sisi lain, golongan Imam Hanafi, yakni Abu Ubaid dan Abu Tsaur mengatakan, mereka hanya diwajibkan mengqadha saja dan tidak wajib membayar fidyah.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Buruj Ayat 12 Sampai 21 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Lebih jauh, pendapat Ahmad dan Syafi’i menjelaskan, jika mereka berbuka puasa dikarenakan khawatir terhadap keselamatan anaknya saja, merek wajib mengqadha puasa dan membayar fidyah.
Tetapi, jika khawatir terhadap keselamatan dirinya dan anaknya, maka hanya diwajibkan mengqadha saja.
Itulah golongan yang dibolehkan meninggalkan kewajiban puasa Ramadhan.***