Inilah Fakta Menarik, Asal Usul Nama Kota Lamongan yang Diambil dari Julukan Seseorang

inNalar.com – Salah satu julukan kota Lamongan yang terkenal adalah kota Soto. Tentu saja ini bukanlah sebuah kebetulan, namun ada alasan menarik di baliknya.

Lamongan dikenal sebagai salah satu dari 29 kabupaten dan 9 kota di provinsi Jawa Timur. Kawasan ini memiliki luas 1.812,8 kilometer persegi.

Mengapa kota ini mendapat julukan seperti itu? Julukan Kota Soto untuk Kota Lamongan berasal dari hidangan khasnya yaitu soto.

Alasannya karena sup khas daerah ini memiliki cita rasa yang unik dan disukai semua orang yang mencicipinya.

Selain soto, Lamongan juga menawarkan banyak hidangan khas lainnya seperti nasi vegetarian, pecel lele, asam bandeng, dan babat wingko. Tentunya semua kuliner tersebut sering dicari oleh para pengunjung kota Lamongan.

Baca Juga: Bak Makanan Sultan! Soto Khas Lamongan Ini Dipatok Harga Selangit Oleh Restoran Luar Negeri

Selain membahas tentang julukan, kurang lengkap rasanya membicarakan Lamongan tanpa adanya fakta menarik.

Nah berikut ini adalah pembahasan beberapa fakta menarik tentang kota Lamongan:

Asal Usul Nama Lamongan

Asal nama Lamongan diambil dari nama seorang tokoh di masa lampau.

Pada suatu ketika ada seorang pemuda bernama Hadi yang karena berpangkat Rangga ia dipanggil Ranggahadi.

Ranggahadi kemudian diberi julukan Mbah Lamong, nama yang diberikan oleh masyarakat daerah ini.

Ranggahadi mempunyai pribadi Ngemong, pandai membangun daerah, dan juga menyebarkan ajaran Islam degan baik, menjadikan Ranggahadi dicintai semua masyarakat disini. Kemudian terinspirasi asal kata Mbah Lamong inilah, daerah itu kemudian disebut Lamongan.

Baca Juga: Inilah Kisah Komplotan Bajak Laut Lanun yang Pernah Menyerang Kerajaan Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan

Bangkai Kapal Van der Wijck

Diketahui Kapal Van der Wijck meninggalkan Makassar dengan tujuan akhir Palembang.

Saat Kapal Van Der Wijck hendak berangkat dari Surabaya menuju Semarang, kapal tersebut mengalami kecelakaan dan akhirnya tenggelam di pesisir pantai Utara Jawa, tepatnya di Brondong, Lamongan, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 20 November 1936

Kapal tersebut diperkirakan membawa 250 orang. Namun menurut catatan lain, kapal tersebut membawa 187 warga pribumi dan 39 warga Eropa.

Melihat kapal tenggelam, warga yang berada di lokasi langsung datang menyelamatkan sehingga banyak penumpang yang selamat.

Baca Juga: Aneh dan Menarik, Kampung di Lamongan Ini Berjualan Pecel Lele tapi akan Dikutuk Jika Makan Lele

Berkat bantuan tersebut, hingga saat ini di depan kantor pengelola pelabuhan Brondong terdapat monumen kapal Van der Wijck yang merupakan tanda terima kasih kepada masyarakat Belanda.

Selain itu, tugu tersebut merupakan cagar budaya baru di Lamongan sebagai peninggalan zaman Belanda. Bangunan tersebut kini berusia lebih dari 70 tahun.

Namun menurut warga setempat, tempat ini dulunya terbengkalai dan cenderung rusak.

Setelah ramai di media sosial dan banyak perbincangan, tempat tersebut akhirnya dibersihkan dan dirawat secara rutin oleh dealer setempat.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]