

inNalar.com – Hal yang paling dibenci oleh pengendara adalah macet, apalagi di daerah padat penduduk seperti Sidoarjo berlama-lama di jalan karena macet merupakan makanan sehari-hari.
Sidoarjo merupakan daerah di Provinsi Jawa Timur yang berpenduduk 2.082.801 pada tahun 2020, dengan luas wilayah 714, 24 km menjadikannya sebagai salah satu yang terpadat di Jawa Timur.
Pada jam tertentu jalanan di Sidoarjo akan penuh sesak dengan kendaraan, tentunya macet tidak bisa dihindari dan pengendara hanya bisa pasrah.
Baca Juga: Berkonsep Ramah Lingkungan, Sekolah di Bali Ini Disebut Paling ‘Hijau’ di Indonesia dan Dunia
Sebagai pengendara disarankan untuk memperhatikan kondisi lalu lintas pada jam sibuk atau biasa disebut rush hour supaya tidak terjebak macet, rush hour sendiri biasanya antara pukul 06.30-08.00 dan 16.00-18.00.
Sidoarjo sendiri memiliki beberapa titik macet, bakan pengendara sangat tidak disarankan untuk melewati jalanan tersebut terutama pada saat rush hour.
Inilah beberapa kawasan di Sidoarjo yang harus kamu hindari!, agar kamu bisa lebih menghemat waktu dan tidak berlama-lama di jalan.
Baca Juga: Inilah Perguruan Silat Historis di Jawa Timur yang Ikut Mendirikan IPSI
Kawasan perempatan Gedangan merupakan perempatan yang sangat melegenda di Sidoarjo, semua masyarakat Sidoarjo pasti mengetahui betapa ramainya kawasan ini.
Berada di kawasan yang industri menjadikan jalanan di kawasan ini juga penuh sesak dengen truk, tidak jarang pengendara yang melawan rambu lalu lintas juga semakin memperparah keadaan.
Pengendara dari jalur selatan (Malang-Surabaya) banyak yang melawan rambu dengan langsung menuju ke jalur arah jalan Jenggolo, begitu juga sebaliknya dari arah utara (Surabaya-Malang) langsung menuju ke jalan raya Sukodono.
Baca Juga: Dekat Kulon Progo, Bendungan Terbesar di Yogyakarta Ini Memiliki Kualitas Air Terbaik se-Indonesia
Kemacetan di perempatan ini adalah makanan sehari-hari bagi warga Sidoarjo khususnya Gedangan, bahkan kekesalan masyarakat bisa kita lihat di aplikasi Gmaps, perempatan ini diberi nama “Blackhole Perenggut Masa Muda”.
Jalan Raya Tropodo juga terkenal dengan kawasan industri yang bertepat di Kecamatan Waru, banyaknya pabrik tentu berakibat pada volume kendaraan yang didominasi oleh truk.
Jalan raya Tropodo memiliki satu jalur yang dibagi menjadi namun tidak ada pembatas jalan di bagian tengah jalan, hal ini menyebabkan potensi kecelakaan lalu lintas menjadi cukup tinggi.
Baca Juga: Jauh dari Samarinda dan Daratan! Kampung Unik di Kalimantan Timur Ini Mengapung di Atas Laut
Kemacetan yang terjadi di perempatan Sruni dikarenakan menjadi jalan utama bagi masyarakat Sidoarjo yang ingin menuju Surabaya dan begitu juga sebaliknya, tentu pada saat rush hour perempatan Sruni menjadi salah satu titik macet yang harus diwaspadai.
Terkadang kemacetan di perempatan Sruni juga didudukung dengan adanya jalur perlintasan kereta api yang berada di salah satu bagian perempatan Sruni tepatnya jalan Manggis arah menuju SMPN 1 Gedangan.
Lampu merah yang ditambah dengan melintasnya kereta api, menjadi perpaduan macet bagi pengendara yang berada di perempatan Sruni.
Bertepat di daerah jalan raya Waru Bunderan Aloha juga termasuk ke dalam titik rawan macet di Sidoarjo, ditambah dengan banyaknya kantor pemerintah di daerah Juanda yang ada di Timur Bunderan Aloha.
Bunderan juga dikelilingi oleh beberapa pabrik yang berskala besar, tentunya pabrik yang berada di area ini juga menyumbang pengendara motor.
Krian adalah Kecamatan yang berada di daerah barat Kabupaten Sidoarjo, dan terkenal dengan simpang 5 nya yang sangat padat.
Simpang 5 Krian diperparah dengan pengendara yang tidak mentaati peraturan rambu lalu lintas, didominasi oleh pekerja dan para pelajar dipagi dan sore hari.*** Razif Abdillah