Inilah Asal Mula Peringatan Isra Miraj Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia


inNalar.com
– Selain dirayakan sebagai hari penting bagi umat Muslim, Isra Miraj juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hari yang bertepatan pada 27 Rajab itu pertama kali ditetapkan sebagai hari libur di Indonesia pada tahun 1953.

Isra Miraj Ia dinyatakan sebagai hari libur berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1953 tentang Hari-hari Libur.

Baca Juga: Kontrak Berakhir, JR, Aron, dan Ren NU’EST Hengkang dari Pledis Entertainment

Sebagaimana dikutip inNalar.com dari Keppres Nomor 24 Tahun 1953, Isra Miraj ditetapkan menjadi hari libur nasional bersamaan dengan tiga belas tanggal penting lainnya, yaitu:

1. Tahun Baru Masehi 1 Januari

2. Proklamasi Kemerdekaan”

3. Nuzulul Qur’an (peristiwa turunnya Al-Quran pada kali pertama)

4. Isra Miraj

5. Idulfitri (selama dua hari)

6. Idul Adha

7. Tahun Baru Hijriah 1 Muharram

8. Maulid Nabi Muhammad SAW

9. Wafatnya Isa Almasih

10. Paskah

11. Kenaikan Isa Almasih

12. Pante Kosta (lima puluh hari setelah kebangkitan Isa Almasih)

13. Natal (kelahiran Isa Almasih

14. Hari Buruh Internasional 1 Mei

Isra Miraj sendiri adalah hari ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu ke Sidratul Muntaha.

Beberapa sumber mengatakan, bahwa Isra Miraj berlangsung sebagai hiburan dari Allah SWT untuk Rasulullah yang tengah dilanda kesedihan.

Baca Juga: Serangan Umum 1 Maret, Kala Ibukota Yogyakarta Diduduki Belanda

Tak lama sebelum Rasulullah melakukan perjalanan, beliau ditinggal dua orang terdekatnya, istrinya Khadijah dan pamannya Abi Thalib yang baru saja wafat.

Kedua orang tersebut berperan besar dalam kelangsungan penyebaran Islam pada masa awal dakwah Nabi Muhammad.

Kejadian Isra Miraj sendiri menjadi kehebohan di kalangan kaum kafir Quraisy. Sebab, kaum kafir Quraisy tak percaya dengan pengakuan Rasulullah yang hanya melakukan perjalanan tersebut dalam waktu semalam. Normalnya, perjalanan ke Masjidil Aqsha di Yerusalem dilakukan dalam waktu 40 hari.

Baca Juga: Tradisi Unik di Bulan Ramadhan yang Dilakukan di Rusia: Puasa Hingga 22 Jam

Namun, perjalanan itu sulit disangkal sebab Rasulullah dapat menjelaskan detail bangunan Baitul Maqdis yang terletak di Yerusalem dan wilayah sekitarnya.

Akhirnya, mereka mengakui penjelasan Nabi Muhammad benar adanya, tapi memilih untuk tetap tidak percaya.

Kendati demikian, peristiwa tersebut dibenarkan oleh Abu Bakar, sahabat setia Nabi Muhammad. Abu Bakar justru heran mengapa kaum kafir Quraisy tak percaya sementara penjelasan Nabi Muhammad benar adanya.

Baca Juga: Promosi Album Baru Weekly Play Game: AWAKE akan Dilakukan Tanpa Shin Jiyoon, Ini Alasannya

“Demi Allah, jika benar Muhammad mengatakannya, maka ia benar,” terang Abu Bakar.

Hingga hari ini, peristiwa Isra Miraj masih menjadi hari besar bagi umat Muslim. Peringatan tersebut bertepatan dengan hari ini, Senin, 28 Februari 2022.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]