Inilah 8 Sunnah Harian Rasulullah SAW yang Perlu Diketahui Seorang Muslim, Apa Saja?

inNalar.com – Setiap waktu kita melaksanakan amalan wajib yaitu sholat lima waktu. Namun, bukan hanya itu saja ibadah yang dianjurkan sehari-hari dalam islam.

Ada banyak sekali ibadah-ibadah selain sholat lima waktu yang sangat dianjurkan. Bahkan, mempunyai pahala yang sangat berlimpah.

Kita tahu bahwa umat Islam bukan hanya percaya saja kepada Allah sebagai Tuhan, melainkan juga percaya bahwa Rasulullah Saw yakni merupakan utusan-Nya, yang di utus sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Baca Juga: Total Penduduk Capai 41 Juta Jiwa, Inilah 5 Daerah Teramai di Provinsi Jawa Timur, Apakah Malang Termasuk?

Setiap perkataan dan perbuatan beliau menjadi teladan bagi kita, dan jika kita mengerjakan amalan-amalan seperti yang telah Nabi Muhammad Saw anjurkan maka, kita akan mendapat pahala tambahan.

Apa sajakah amalan sunah yang Nabi Saw kerjakan setiap harinya? Silahkan simak di bawah ini:

  1. Dzikir pagi dan petang

Dzikir sacara bahasa artinya mengingat. Dalam hal ini, berdzikir merupakan pujian-pujian untuk mengingat Allah Swt.

amalan ini sering Rasulullah Saw amalkan, walaupun beliau adalah Rasul yang dijamin masuk surga. Akan tetapi, beliau masih ingin mengingat Allah, karena Allah Swt berfirman :

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (Qs: al-Baqarah ayat 152).

Baca Juga: Sempat Roboh, Jembatan Sepanjang 130 m Desa Mandikapau Tetap Jadi Wisata Andalan di Kalimantan Selatan

Jadi, jika kita ingin segala urusan kita dimudahkan, sering-seringlah untuk berdzikir, terutama di waktu pagi dan petang. InsyaAllah segala hajat kita akan dimudahkan oleh Allah Swt.

  1. Sholat dhuha

Hukum melaksanakan sholat dhuha adalah sunah mu’akadah artinya sunah yang sangat dianjurkan.

Sholat dhuha adalah sholat sunah yang dilakukan setiap pagi hari, dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang dzuhur.

Dikutip dari perkataan ust Abdul Somad, waktu terakhir sholat dhuha adalah waktu sebelum matahari berada diatas kepala, kira-kira sepuluh menit menjelang waktu dzuhur.

Tidak ada batasan raka’at dalam sholat dhuha ini, Rasulullah Saw terkadang melaksanakan dua raka’at, empat raka’at, delapan raka’at atau bahkan lebih.

Baca Juga: PDRB Ada yang Capai Rp73 Triliun! Ini 10 Wilayah Terkaya di Sumatera Barat, Apakah Daerahmu Termasuk?

Nabi Saw bersabda:

“pagi hari ini setiap persendian kalian diwajibkan sedekah, setiap kalimat tasbih itu bernilai satu sedekah, setiap kalimat tahmid itu bernilai satu sedekah, satu ucapan tahlil bernilai satu sedekah, satu ucapan takbir bernilai satu sedekah, mencegah yang munkar bernilai satu sedekah. Dan semua itu, bisa diganti dengan dua raka’at sholat dhuha. (HR. Muslim).

  1. Sholat berjama’ah tepat waktu

Rasulullah Saw selalu melaksanakan sholat berjama’ah setiap waktu bersama para sahabat dan umat muslim lainnya.

Saking pentingnya sholat jama’ah ini, Allah Swt sampai menghadiahkan kelipatan pahala bagi kaum muslimin yang sholat berjama’ah.

Rasulullah Saw bersabda:

“Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian.” (HR. Muslim)

  1. Menjaga sholat Rawatib

Sholat rawatib adalah sholat sunah sebelum dan sesudah sholat fardhu. Keutaman ini digambarkan dalam hadits nabi Saw yang diriwayatkan dari Ummu Habibah.

“Barang siapa sehari semalam mengerjakan sholat 12 raka’at akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi dan An Nasai)

  1. Membaca al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang wahyukan kepada nabi Muhammad Saw, untuk menyempurkan kitab-kitab sebelumnya.

Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya, membaca al-Qur’an ini bernilai pahala disisi Allah Swt. dan merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan.

Bahkan nabi Muhammad pernah bersabda:

“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

  1. Selalu dalam keadaan suci

Suci dari hadats kecil dapat dilakukan dengan cara berwudhu, dan suci dari hadats besar dapat dilakukan dengan cara mandi.

Jika badan kita bersih, maka kita juga telah mengundang cinta Allah Swt. Dia berfiman dalam surah al-Baqarah ayat 222:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan dirinya.”

  1. Sedekah harian

Sedekah berbeda dengan zakat, jika zakat kita keluarkan karena kewajiban, maka sedekah adalah mengeluarkan harta karena mengikuti teladan Rasulullah Saw.

Sedekah dapat mengundang kekayaan. Mengapa demikian?

Dikutip dari perkataan pak Chandra Putra Negara, dalam kanal youtube nya Succes Before 30. Beliau mengibaratkan rezeki itu sebagai ayam.

jika kita ingin menangkap ayam dengan mudah, maka kita tidak perlu mengejarnya. Hanya perlu menaburkan sedikit beras, maka ayam itu akan menghampiri kita.”

Bukan hanya kekayaan saja yang akan kita peroleh, melainkan ridho Allah, dan pahala surga juga kita akan peroleh. Bahkan orang yang telah wafat pun ingin kembali hidup untuk bersedekah.

Allah Swt berfirman dalam surah al-Munafiqun ayat 10

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”

  1. Memperbanyak istigfar

Istigfar artinya meminta ampunan kepada Allah Swt. atas segala dosa yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Saking utamanya istigfar ini, Nabi Muhammad Saw yang sudah dijanjikan masuk surga pun, selalu melakukan amalan ini.

Dalam hadits Nabi Saw, beliau bersabda:

“Demi Allah, aku selalu beristigfar dan bertaubat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR. Muslim)

Hidup kita didunia hanya sementara, manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin, di iringi dengan mencari karunia Allah berupa rizki, sempatkanlah untuk selalu beribadah dan mengamalkan amalan sunah ini dalam waktu senggang kita.

Semoga bermanfaat.***

 

Rekomendasi