

InNalar.com- Setiap tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah umat Islam di seluruh dunia disunnahkan untuk berpuasa.
Secara historynya, puasa sunnah di bulan dzulhijjah pada tanggal 8 ini berkaitan dengan peristiwa yang dialami oleh Nabiyullah Ibrahim a.s.
Saat beliau diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya yaitu Nabi Ismail a.s.
Pada tanggal 8 itu Nabi Ibrahim merenung dan berfikir tentang ta’wil mimpi mengenai beliau diperintah untuk menyembelih putranya sendiri oleh Allah SWT.
Dengan kata lain hari tarwiyah disebut juga dengan hari merenung atau berfikir.
Kemudian pada malam 9 Dzulhijjah, nabi Ibrahim diberi mimpi lagi oleh Allah SWT dan beliau diperintah lagi oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya itu.
Baca Juga: Tips Kulit Wajah Putih Cerah Seketika Hanya Dengan Masker dari Bedak Bayi, Sudah Terbukti Langsung!
Setelah mimpi itu datang lagi, Nabi Ibrahim yakin bahwa mimpi tersebut benar-benar dari Allah SWT,oleh karena itu pada hari itu disebut dengan hari Arafah yang artinya mengetahui.
Dan pada malam harinya beliau megalami mimpi lagi ketiga kalinya secara berurutan, dan hal ini langsung diindahkan oleh nabi Ibrahim.
Beliau langsung meminta izin kepada anak dan istrinya dan pada pagi harinya beliau kemudian melaksanakn perintah Allah itu dengan lapang dada dan tulus hati.
Pada hari itu kemudian diperingati sebagai hari kurban yang sampai saat ini masih lestari dilaksanakan oleh seluruh umat islam di seluruh dunia.
Baca Juga: Gelandang PSG Marco Verratti Jadi Bintang Berikutnya yang Diincar Oleh Sepak Bola liga Arab
Mengenai keutamaan puasa dan keistimewaanya Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.
Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,” Tidak ada hari-hari yang lebih disukai oleh Allah, seseorang, yang beramal pada hari-hari selain pada bulan ini yaitu 10 hari pada bulan Dzulhijjah”.
Kemudian para sahabat nabi bertanya, “Wahai Rasulullah, sekalipun itu jihad fi sabilillah?”
Kemudian Rasulullah SAW menjawab, “Ya kecuali seseorang pergi dengan seluruh hartanya dan pulang dengan tangan hampa”.(Hadis Riwayat Imam Bukhari)
Sedangakn fadhilah puasa arafah dijelaskan oleh Rasulullah pada haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah
Saat Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah,beliau menjawab,”Menghapus segala dosa-dosa yang dilakukan pada tahun sebelumnya dan pada tahun mendatang”.(H.R Muslim)
Kemudian Fadillah mengenai puasa Tarwiyah beliau Rasulullah SAW menjelaskannya pada hadits yang diriwaykan oleh Ibn, A-Najjar dan Abdullah.
Baca Juga: Cara Ampuh Agar Glowing Dalam Seminggu Dengan Bahan Alami dan Low Budget, Wajib Banget Buat Dicoba!
Bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda;” Puasa pada hari Tarwiyah akan menghapus dosa setahun silam, sedangkan puasa Arah akan menghapus dosa dua tahun”.(H.R Tirmidzi)
Selain fadhilah diatas ternyata masih banyak fadhilah yang bisa didapatkan diantaranya;
1. Allah SWT akan melampangkan rezekinya
2. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya
3. Allah akan memudahkan sakaratul mautnya
4. Allah akan menerangi kuburanya di alam barzah
5. Allah akan memperberat timbangan amal kebaikannya
6. Allah akan meninggikan derajatnya di sis-Nya.
Terus bagaimana ya bacaan niat puasanya? berikut ini yang perlu kalian hafalkan untuk bacaan niat puasa tarwiyah dan arafah;
Kalian bisa mendapatkan twibbon hari raya idul adha 2023 dengan klik link disini;https://twb.nz/iduladhamubarrak1443h
***(Siti Melani Hari Rahmawati)