Inilah 5 Fakta Unik Tentang Kunang-kunang yang Perlu Kamu Ketahui, Ternyata Fungsi Cahaya di Perutnya…

inNalar.com – Hewan apa yang bisa mengeluarkan cahaya sendiri?

Ya, Kunang-kunang merupakan salah satu hewan tersebut.

Kunang-kunang mampu menghasilkan cahaya di perutnya karena ada zat tertentu yang membuatnya menyala.

Baca Juga: Simak 10 Fakta Unik Tokek yang Menarik untuk Diketahui, Salah Satunya Termasuk Hewan Berumur Panjang

Kunang-kunang tidak mudah ditemukan pada lingkungan yang tercemar.

Kunang-kunang lebih suka tinggal di habitat yang masih asri dan bersih.

Berikut 5 fakta tentang kunang-kunang yang dikutip dari Youtube @Pakta_Unik.

1. Makanan kunang-kunang

Kunang-kunang merupakan serangga omnivora (memakan apa saja).

Baca Juga: 5 Fakta Unik Tikus yang Jarang Diketahui Manusia, Ternyata Hewan Ini Termasuk Kategori Binatang Cerdas

Kunang-kunang memakan siput kecil, cacing, serangga, dan cairan tumbuhan.

2. Metamorfosis kunang-kunang

Kunang-kunang mengalami metamorfosis sempurna, tumbuh dan berubah bentuk, mulai dari telur, larva, pupa hingga wujud dewasa atau remaja.

3. Proses perkawinan kunang-kunang

Setelah kunang-kunang betina kawin dengan kunang-kunang jantan, ia meletakkan telur-telurnya di bawah permukaan tanah yang sedikit lembab.

Setelah tiga minggu, telur akan pecah dan muncul larva kunang-kunang.

Baca Juga: Kamu Suka Minum Bir? Ternyata Kecoa Juga Menyukai Minuman yang Sama! Simak Fakta Uniknya

Larva kunang-kunang tidak mempunyai sayap.

Ia berjalan dan memanjat pohon dengan enam kaki.

Aktivitas yang dilakukan larva kunang-kunang hanya bertujuan untuk membantunya berkembang dengan cepat.

Larva kunang-kunang dapat mengeluarkan cahaya dari bagian belakang perutnya sehingga dapat mempertahankan diri dari predator.

Kunang-kunang melalui proses pergantian kulit sebanyak 3 hingga 6 kali.

4. Fungsi cahaya di perut kunang-kunang

Dikutip dalam buku Bioluminescence of Fireflies (2019) karya Ratnawulan, kunang-kunang menggunakan cahaya yang dipancarkannya untuk mencari mangsa, berkomunikasi, dan mempertahankan diri dari ancaman predator.

Kunang-kunang suka hidup di tempat lembab seperti tepian sungai, hutan, dan rawa.

Kebanyakan larva kunang-kunang ditemukan pada malam hari di kayu busuk atau serasah hutan atau di daerah lembab di sepanjang sungai dan kolam.

Di tempat seperti itu, kunang-kunang dapat menemukan makanan dalam jumlah besar, terutama larva kunang-kunang.

5. Ada lebih dari 2.000 spesies

Menurut buku Dunia Burung dan Serangga (2014) karya Syerif Nurhakim Dede Abdurohman, di seluruh dunia terdapat lebih dari 2.000 spesies kunang-kunang yang dapat ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia.

Misal di antaranya adalah luciola, colophotia, lychnuris dan pteroptyx.

Itulah penjelasan 5 fakta kunang-kunang, yang menyukai tempat basah dan tentang fungsi cahaya pada tubuhnya.***

Rekomendasi