Ini Khutbah Jumat Singkat Penuh Hikmah dan Menentramkan Hati, Tema: Lisan dan Tangan yang Gugurkan Amal

inNalar.com – Khutbah Jumat singkat ini walaupun pendek namun padat, memuat ringkasan terkait tema lisan dan tangan yang menggugurkan amal, padahal pahala ibadah sudah didapat.

Ganjaran sholat yang dilakukan setiap hari atau puasa saat Ramadhan lalu, tentu sangat besar. Tetapi kenapa bisa tema lisan dan tangan yang menggugurkan amal? Inilah yang dijelaskan dalam Khutbah Jumat singkat.

Khutbah Jumat singkat ini juga mengungkap hadits terkait seorang muslim sejati sebenarnya adalah yang dapat menyelamatkan orang lain dari gangguan lisan dan tangannya, juga dijelaskan terkait muflis.

Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2022 atau 1443 H, Cocok Dibagikan ke Teman Terdekat dan Media Sosial

Muflis adalah bangkrut tetapi bukan kerugian uang atau ekonomi, semua diterangkan dalam Khutbah Jumat singkat. Tak lupa juga disebutkan contoh dari perilaku menyakiti seperti tema lisan dan tangan yang menggugurkan amal.

Pada bagian kedua dari Khutbah Jumat singkat juga mengungkap istilah dalam falsafah Jawa yaitu ‘ojo leren dadi wong apik’, artinya yaitu jangan berhenti menjadi orang baik, walaupun sebagai manusia tetap akan ada salah dan lupa.

Dikutip inNalar.com dari laman Suara Muhammadiyah pada Kamis, 16 Juni 2022 Khutbah Jumat singkat ini mengajak agar istiqomah dalam kebaikan, sehingga keburukan bisa dihapus dengan adanya pahala, atau minimal tertutupi.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bikin Tak Bisa ke Gym? Coba 3 Gerakan Ini di Rumah Agar Tetap Bugar

Khutbah pertama

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمَّدًا صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،

أَمَّا بَعْدُ. فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Tidak terasa Ramadhan semakin menjauh dari hari ke hari, di sebagian tempat gema tilawah Al-Qur’an di corong-corong Masjid dan Mushola semakin redup.

Langgar dan surau kembali sepi, keceriaan keluarga berkumpul dengan sanak saudara juga tinggal kenangan.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan Ramadhan yang lalu sebagai yang terakhir dalam hidup kami.

Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah kami sebagai orang yang diberikan limpahan Rahmat bukan yang terhalang darinya.

Baca Juga: Habib Jamal Baagil Ungkap Hikmah Puasa Ramadhan 2022: Salah Satunya Madrasah Sabar

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Tentu bagi kita yang berharap mendapat predikat takwa sebagaimana disampaikan berulang kali oleh penceramah, tidak termasuk orang yang puasanya, shalatnya, infak dan zakatnya hanya semangat ketika bulan Ramadhan saja.

Apalagi setelah ini, melakukan hal-hal buruk yang justru berakibat pada gugurnya pahala-pahala dari ibadah tersebut, kemudian kembali kepada Allah SwT sebagai orang yang bangkrut. Na’udzubillah min dzalik

Dalam satu riwayat, Abu Hurairah menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepada para sahabat, mengenai hakikat dan kriteria orang yang bangkrut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ ؟ قَالُوا : الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ . فَقَالَ : إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ ,

وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا , فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ , فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ , ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kalian siapakah (golongan) orang yang bangkrut itu?”. Para Sahabat menjawab,

“Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang (tidak punya modal dan aset/ properti).”

Baca Juga: Jerry dan Tom, Sahabat atau Musuh ?

Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang akan datang pada hari Kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat.

Namun dia juga mencaci maki si ini, menuduh si ini, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini.

Maka orang tersebut diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan (yang lainnya) ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya.

Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, (maka) kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” (HR. Muslim).

Bagaimana bisa pahala shalat yang begitu besar, pahala puasa yang tak terbatas, serta zakat yang begitu tinggi nilainya bisa hilang di hadapan Allah SWT?

Baca Juga: Demo 11 April 2022 Hari Ini Bertepatan dengan 5 Tahun Penyiraman Air Keras Novel Baswedan pada Tahun 2017

Hilangnya pahala amalan mulia tersebut disebabkan karena tidak mampunya seseorang menjaga lisan dan tangan dalam berbagai hal. Maka dari itu, dalam riwayat yang lain, Nabi SAW mengingatkan bahwa,

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim (yang sempurna) adalah dia yang mampu memberikan keselamatan bagi muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya (HR. Muslim).

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Dalam kamus bahasa Arab, kata المُفْلِس diartikan dengan “yang bangkrut, pailit, tidak punya uang, tekor”. Begitupun jawaban para sahabat Nabi sebagaimana riwayat di atas.

Namun hakikat ‘muflis’ yang dimaksud oleh Nabi SAW bukanlah demikian. Maka dari itu, kita perlu berlindung kepada Allah SwT dari kejahatan lisan dan tangan kita.

Kejahatan lisan tersebut meliputi شَتَمَ atau suka mencaci, menghina, memaki.

Selanjutnya قَذَفَ atau suka menjelek-jelekkan, memfitnah, mencemarkan nama baik, memburuk-burukkan, mengumpat, dan sejenisnya.

Baca Juga: dr Zaidul Akbar Bagikan 13 Makanan Sehat yang Bikin Otak Cerdas dan Mudah untuk Menghafal Sesuatu

Selain itu, melalui mulut juga seseorang memakan harta orang lain seperti mencuri, korupsi, menipu, riba, maupun khianat atas amanah yang diberikan.

Kemudian melalui tangan, seseorang dapat menyakiti orang lain dengan memukul atau melakukan tindak kekerasan.

Bahkan zaman sekarang lebih berbahaya lagi, hanya melalui jempol dan dua jari tangan dapat memfitnah, menghujat, menyebarkan berita hoax, serta berbagai kejahatan lain melalui perangkat gadget/ HP, komputer, dan sejenisnya.

Betapa tinggi harga diri seseorang, sehingga menyakiti hati maupun fisik mereka dapat mengakibatkan gugurnya pahala-pahala ibadah yang telah dilakukan. Allah SwT Maha Adil.

Mereka yang tertindas dan terdzalimi ketika di dunia kelak akan menerima kebaikan-kebaikan dari pelaku kejahatan tersebut. Barangkali inilah yang disebut dengan transfer pahala.

بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ

Baca Juga: Apa Maksud Ungkapan RA Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang? Simak Penjelasannya Lengkap Berikut Ini

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ada satu istilah Jawa yang menyebutkan, ojo leren dadi wong apik, kurang lebih artinya ialah jangan pernah berhenti menjadi orang baik.

Sebagai manusia tentunya memiliki salah dan khilaf, oleh karena itu iringilah kesalahan atau kekhilafan yang kita lakukan dengan berbuat kebaikan.

Sehingga kebaikan tersebut dapat menghapus kesalahan, serta bergaullah di masyarakat dengan akhlak yang mulia.

Apabila kita tidak mampu berbuat kebaikan, jangan sampai menyakiti orang lain.

Baca Juga: Rian D’MASIV Kecelakaan, Mobil Ringsek Parah Usai Menabrak Tiang, sang Istri Beberkan Kondisinya Terkini

Berusaha sekuat tenaga menjaga lisan dan tangan dari berbuat kejahatan, semoga Allah SwT senantiasa mengaruniakan hidayah kepada kita, mengampuni setiap dosa dan kesalahan kita, menerima amal shalih dan taubat kita.

Hingga kita pantas mendapatkan gelar takwa.

وَقَالَ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلاَءِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِي يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُوءْمِنِيْنَ وَالْمُوءْمِنَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ِانَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ ِاذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ِانَّكَ اَنْتَ الْوَهَّاب. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبّى اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُون وَالسَّلاَمُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Khutbah Jumat singkar ini disusun oleh Diyan Faturahman, Kepala Asrama Putra PERSADA UAD; Anggota MTT PDM Kota Yogyakarta.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]