

inNalar.com – Tentu ada saja dari kita yang ketika lebaran kemarin ditanya ini itu, kesel dong. Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan beli rumah dan lain sebagainya.
Tidak usah risau. Matahari terbit di sebelah timur, dan ia tidak pernah terburu-buru menuju ke barat. Semua berjalan dengan semestinya.
Semua hanya perlu mendalami perannya masing-masing. Sebagai tutup toples tetaplah menjadi tutup, tidak perlu berpura-pura menjadi keyboard, mouse ataupun yang lainnya.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan adalah bagian dari alam. Satu-satunya komponen alam yang risetnya langsung terkoneksi dengan Tuhan.
Manusia juga diketahui sebagai binatang yang bernalar, jati dirinya adalah berfikir, jika enggan berpikir maka yang tersisa hanya binatangnya.
Hidup yang kita jalani akan berjalan dengan baik apabila harmonis, tidak ada yang mendominasi, semuanya berjalan sesuai peran dan porsinya masing-masing.
Baca Juga: Di Tengah Isu Kepergiannya dari AS Roma, Begini Cara Unik Jose Mourinho Beri Sinyal Bertahan
Marcus Aurelis berpendapat bahwa berdebat tentang seperti apa orang baik itu hanyalah membuang waktu, kita hanya perlu menjadi orang baik tanpa harus mendebatkannya.
Tidak usah ngoyo dalam menjalani hidup, kita hanya perlu melakukan sesuatu yang masih ada dalam kontrol kita sendiri, sisanya Tuhan lah yang akan menentukan hasilnya.
Kebebasan dan kekangan itu berasal dari pikiran kita. Seorang pencuri tidak akan diberi sanksi jika pencuriannya masih berada dalam niat. Namun, jika niat itu diwujudkan dalam tindakan, tentu ia akan menerima sanksinya.
Dalam kehidupan tentu saja akan banyak halangan dan kendala yang dihadapi. Kita ini hanyalah sekrup kecil dalam sebuah mesin besar. Berharap semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan hanya akan berujung pada kekecewaan. ***
(Ala’ Annajib Asyatibi)