

InNalar.com – Isu pemekaran wilayah di Papua sering memicu ketegangan dan konflik sosial.
Masyarakat lokal di berbagai daerah di Papua telah menunjukkan penolakan yang kuat terhadap rencana pemekaran ini melalui demonstrasi yang kadang-kadang berakhir ricuh.
Berikut adalah beberapa daerah di Papua yang pernah mengalami penolakan terhadap pemekaran wilayah dan dampaknya:
1. Jayapura
Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, menjadi salah satu pusat utama penolakan terhadap pemekaran wilayah tahun 2022.
Demonstrasi besar-besaran sering kali berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.
Warga setempat merasa bahwa pemekaran hanya akan menambah kompleksitas administrasi tanpa manfaat nyata bagi mereka.
2. Wamena
Wamena, yang terletak di Lembah Baliem, juga menunjukkan penolakan keras terhadap pemekaran wilayah.
Demonstrasi di tahun 2022 ini kerap kali berubah menjadi kerusuhan. Bentrokan antara pendemo dan aparat keamanan menyebabkan beberapa korban jiwa, menciptakan ketegangan yang tinggi.
3. Paniai
Paniai merupakan salah satu daerah yang aktif menolak pemekaran wilayah. Aksi protes oleh masyarakat setempat sering berakhir dengan bentrokan.
Baca Juga: Didukung DPR dan Masyarakat, Sumatera Barat Siap Depak 4 Wilayah Ini untuk Bentuk Daerah Baru
Kekhawatiran utama mereka adalah bahwa pemekaran tidak akan meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik.
4. Yahukimo
Di Yahukimo, penolakan terhadap pemekaran wilayah juga sangat kuat.
Demonstrasi sering kali berubah menjadi kekacauan dengan bentrokan yang melibatkan aparat keamanan.
Warga merasa pemekaran hanya akan menguntungkan segelintir elit politik.
5. Timika
Timika, yang dikenal sebagai pusat pertambangan di Papua, juga tidak luput dari penolakan terhadap pemekaran wilayah.
Demonstrasi di Timika kerap kali berubah menjadi bentrokan dengan aparat, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material.
Warga khawatir pemekaran akan memperburuk kondisi sosial dan ekonomi mereka.
6. Lanny Jaya
Lanny Jaya, daerah di Pegunungan Tengah Papua, mengalami penolakan serius terhadap pemekaran wilayah.
Demonstrasi di sini sering diwarnai dengan kerusuhan, di mana bentrokan antara pendemo dan aparat keamanan menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
7. Nabire
Nabire juga menjadi salah satu daerah yang menolak pemekaran wilayah dengan tegas. Demonstrasi di Nabire sering kali berubah menjadi bentrokan.
Baca Juga: Gegara Pembangunan Lelet, Kabupaten Nduga Bersiap Lahirkan 2 Daerah Otonom Baru: Bakal Saingi Papua?
Masyarakat merasa pemekaran tidak akan menyelesaikan masalah mendasar seperti infrastruktur dan pelayanan kesehatan.
Penolakan terhadap pemekaran wilayah di Papua menunjukkan kompleksitas sosial dan politik di daerah tersebut.
Masyarakat sering kali merasa pemekaran tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang mereka hadapi.
Memahami konteks lokal dan aspirasi masyarakat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan adil.