

inNalar.com – Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu sempat heboh, namun yang membuat lebih panasnya lagi adalah video Jeje dimana tampak sedang marah-marah kepada fans.
Video tersebut viral dan menyebabkan banyak netizen geram, terutama kepada Jeje yang marah-marah di Citayam Fashion Week, karena dianggap mengidap star sindrom.
Atau penyakit sebagai artis baru, sehingga Jeje berlagak marah-marah. Namun ternyata apa yang dilakukannya hanya menjalankan akting di Citayam Fashion Week sesuai permintaan.
Jeje ternyata sedang melakukan adegan di Citayam Fashion Week itu, dimana seakan-akan dirinya diiuti oleh makhluk halus yaitu kuntilanak, maka muncul di hatinya sutau perasaan.
Jeje tidak meyukai peribadinya sendiri, jadi marah-marahnya kembali kepada dirinya, dan bukan dimaksudkan untuk fans yang ingin meminta foto bersama.
“Jeje di situ marah-marah, soalnya adegan Jeje memang harus akting seperti itu.” Tutur Jeje seperti dikutip inNalar.com dari Antara pada Minggu, 31 Juli 2022.
Baca Juga: Kominfo Blokir Aplikasi STEAM, Bagaimana Nasib Player Dota?
Walaupun begitu Jeje tetap meminta maaf kepada orang-orang di sekitar Citayam Fashion Week saat kejadian, karena muncul dirinya seakan-akan marah-marah ke fans.
Apalagi saat itu Jeje menggunakan bahasa kasar untuk akting marah-marahnya, bukan maksudnya ingin mengata-ngatai orang-orang yang sudah hadir di Citayam Fashion Week.
Jeje mengungkapkan bahwa apa yang dilakkan olehnya semata-mata dalam rangka ikut memeriahkan acara Citayam Fashion Week, dirinya pun berharap agar bisa dimaklumi.
Jeje juga berharap bahwa apa yang disampaikan dalam klarifikasi dapat meluruskan anggapan miring, akibat ulahnya yang dianggap kasar. Apabila Citayam Fashion Week pindah dirinya juga setuju.
Sebagaimana diketahui Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria mengharap Citayam Fashion Week dapat digelar pada saat hari bebas kendaraan bermotor, hanya ada kekhawatiran bagi Jeje.
Jeje khawatir kreatifitas teman-teman yang sudah muncul di Citayam Fashion Week menjadi terhambat dengan kebijakan baru, dirinya lebih sedang jika ada banyak orang datang.
Baca Juga: Mulai Pelatihan Bahasa Jepang, Kemnaker dan JICA Jalin Banyak Kerjasama, Ini Tujuannya
Maksudnya datang di Citayam Fashion Week, bagi Jeje daerah Dukuh Atas atau SCBD merupakan tempatnya bisa damai dengan hidup, memulai dari nol tak memiliki sesuatu apapun.
Perlu diketahui sampai sekarang Citayam Fashio Week masih menjadi fenomena baru, bahkan walaupun sudah ditutup di kawasan SCBD atau Dukuh Atas, ajang ini menjalar ke daerah lain.
Ada perdebetan seru sebelumnya, dimana Baim Wong mendaftarkan hak paten Citayam Fashion Week ke Kemenkumham, hal mendapat banyak penolakan masyarakat yang akhirnya dibatalkan.
Terkahir viral video yang menunjukkan Citayam Fashion Week ditunggangi LGBT, memang sejak awal sudah tampak banyaknya laki-laki yang berdandan pada saat acara.