Indra Sjafri Jawab Keluhan Netizen soal Komunikasi Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta: PSSI Gak Bisa Memaksa


inNalar.com – Jabatan Indra Sjafri sebagai direktur teknik PSSI sempat disorot netizen usai adanya masalah Shin Tae-yong dengan Persija Jakarta tentang TC Timnas.

Banyak anggapan jika Indra Sjafri bisa memfasilitasi komunikasi pihak Persija Jakarta dengan Shin Tae-yong agar masalah pemanggilan pemain tidak berkepanjangan.

Tapi Indra Sjafri menjelaskan jika PSSI tidak bisa seenaknya membuat pertemuan antara Shin Tae-yong dengan pihak Persija Jakarta untuk membahas masalah ini.

Indra menyebut jika PSSI bersama Shin Tae-yong telah membuat roadmap lebih dari tahun lalu soal TC ini. Jadi memang TC ini khusus diadakan untuk menyongsong gelaran Piala Dunia U-20.

Terlepas dari itu Indra juga memaklumi sikap tim Macan Kemayoran yang baru mengirim beberapa pemain saja dari total 9 pemain muda yang dipanggil.

Baca Juga: Drama Thomas Doll vs Shin Tae-yong: Kini Indra Sjafri Akui Pelatih Persija Jakarta Memang Benar, tapi…

“Kali ini (bermasalah) karena saya pikir pemain Persija yang dipanggil itu 9 hampir 6-5 itu pemain yang reguler bermain di tim ini, tentu Thomas Doll sangat kita pahami keinginannya dia itu,” ucapnya saat mengobrol dengan Tommy Desky.

Indra mengatakan jika tim Macan Kemayoran telah mengirimkan permintaan untuk bisa berkomunikasi langsung dengan STY selaku pelatih utama timnas.

Dirinya mengungkapkan jika PSSI siap memfasilitasi pertemuan STY dan Thomas selaku pelatih Persija. Tapi permasalahannya ada di STY, sebab pelatih asal Korea Selatan belum memberi respon.

“PSSI tentu kalau Coach Shin mau akan sangat senang sekali, kita akan fasilitasi mau virtual atau datang langsung kita siap-siap aja,” ungkapnya saat dihubungi Tommy Desky.

Menurut Indra, komunikasi antara pelatih klub Liga 1 dan pelatih Timnas Indonesia memang sangat diperlukan sebagai penunjang.

Baca Juga: Mason Mount Dapat Tawaran Perpanjangan Kontrak Bersama Chelsea, Ternyata Belum Temui Titik Terang

“Kalau komunikasi saya pikir itu kan kebutuhan dari seorang pelatih kepala timnas untuk memperlancar pekerjaannya perlu komunikasi dengan pelatih klub,” ujarnya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa posisinya sebagai dirtek tidak bisa disalahkan sepenuhnya, sebab permasalahannya ada di salah satu pihak yang memang belum mau melakukan komunikasi itu.

“Jangan PSSI yang disalahkan atau direktur tekniknya, kalau komunikasi pelatih timnas dan klub harus keinginannya dari kedua pelatih sama-sama mau,” tuturnya.

Bagi Indra saat ini dirinya sedang mencoba untuk terus berkomunikasi dengan STY perihal keinginan pelatih Persija untuk berunding bersama-sama.

“Jadi sampai saat ini sampai hari ini itu (komunikasi STY dan Thomas) belum terjadi, mudah-mudahan beberapa hari kedepan kita coba komunikasikan lagi ke Coach Shin atau cukup saya,” ucapnya.

Baca Juga: Penampilan Joao Cancelo Menjanjikan tapi Bayern Munchen Kesulitan Kontrak Permanen, Ternyata Ini Penyebabnya

Bagaimanapun juga Indra mengatakan jika federasi tidak bisa memaksa pelatih Timnas Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan pelatih klub.

Satu sisi Indra menyebut jika pendapat Thomas tentang tidak efektifnya TC jangka adalah suatu kebenaran, namun di sisi lain dirinya juga tak bisa mengabaikan program untuk persiapan Piala Dunia U-20.

Indra mengakui jika latihan jangka panjang ini di luar kelaziman di dunia sepakbola yang mungkin baru dirasakan Thomas Doll.

“Ini adalah event yang penting diluar dari kebiasaan FIFA Matchday dan pertandingan resmi lainnya, kalau FIFA Matchday kan Coach Shin gak pernah TC jangka panjang,” katanya.

Tapi dirinya berharap klub-klub mau melepas pemainnya karena maklum dengan situasi yang saat ini terjadi.

Baca Juga: Persija Jakarta vs RANS Nusantara: Konsistensi Lini Pertahanan Macan Kemayoran Kembali Diuji

“Tolonglah karena ini memang persiapan tim khusus yang luar kelaziman, kita tau sendiri kualitas pemain kita masih harus digenjot,” ujar Indra. ***

Rekomendasi