Indonesia Pernah Merugi Rp3 Miliar Lebih, Ternyata Karena Besi Jembatan Cipamotan Kalipucang Digondol Maling

inNalar.com – Ternyata Indonesia pernah merugi hingga lebih dari Rp3 miliar karena pencurian besi jembatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Terdapat salah satu infrastruktur di Indonesia yang menyimpan mitos unik sekaligus menarik. Inilah Jembatan Cipamotan yang terletak di Kalipucang, Pangandaran, Jawa Barat.

Mitos mengatakan bahwa di zaman kolonial, masinis tidak berani melewati jembatan ini.

Baca Juga: Kokoh 100 Tahun, Jembatan Rel KA Banjar-Cijulang Sepanjang 310 Meter Kini Dinonaktifkan Sejak Krisis Moneter

Setiap kereta api yang melewati Jembatan Cipamotan ini harus dinaiki oleh warga Cijulang. 

Sebaliknya, jika tidak ditumpangi oleh warga Cijulang, perjalanan keretanya menjadi terasa sulit, demikian mitos yang dijelaskan langsung dari pihak KAI melalui akun resmi instagramnya.

Hal ini karena warga Cijulang dianggap memiliki kesaktian yang bisa membuat perjalanan menjadi selamat.

Baca Juga: Sistem Canggih Bayar Tol Tanpa Stop Bakal Diberlakukan di Era Prabowo, Ternyata Mulainya dari Rute Bali yang Ini

Terlepas dari mitos mistisnya yang menarik tersebut, kini kondisi Jembatan Cipamotan tampak memprihatinkan.

Jembatan tersebut menjadi salah satu jembatan nonaktif yang paling ikonik di sejarang perkeretaapian di Indonesia.

Bagaimana tidak? Jembatan yang terletak di Kalipucang, Pangandaran ini sudah mulai didirikan dari tahun 1913 hingga 1916 silam.

Baca Juga: Pengumuman Gencatan Senjata di Lebanon, Ini Tanggapan Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell

Jembatan ini dibangun dengan menggunakan mounting besi sebesar 1,63 ton berjenis dinding rangka.

Dengan konsep lalu lintasnya di atas atau half through truss ini, perjalanan kereta yang melalui jembatan Cipamotan ini seolah memacu adrenalin.

Jembatan itu memiliki Panjang 310 meter dengan ketinggian 100 meter di atas permukaan tanah yang menghubungkan lintas Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Baca Juga: Kualitas Tata Kelola Tak Diragukan, BRI Sabet Penghargaan ‘The Most Trusted Company 2024’

Pada kalanya, jembatan tersebut ramai menjadi perlintasan kereta dengan rute Banjar-Pangandaran-Cijulang. Perjalanan melintasi jembatan itu menjadi menarik karena memberikan adrenalin yang mendebarkan.

Dengan konsep pembangunan yang sedemikian, menjadikan jembatan tersebut seolah-olah menggantung di atas awan.

Sangat disayangkan karena Jembatan Cipamotan ini harus berhenti beroperasi pada Februari 1982 bersamaan dengan ditutupnya jalur Kereta Api Banjar-Cijulang.

Baca Juga: Tok! Honorer yang Gagal Lolos Seleksi PPPK 2024 Tetap Bisa Diangkat Jadi ASN dan Dapatkan NIP

Sayangnya, Jembatan Cipamotan terpaksa dinonaktifkan penggunaannya pada Februari 1982 . Hal ini dilakukan secara beriringan dengan ditutupnya jalur Kereta Api Banjar-Cijulang.

Seiring zaman, kondisi jembatan ini tampak makin memprihatinkan lantaran banyak bagian-bagian yang sudah dipreteli oleh oknum-oknum nakal.

Besi bantalan rel dan besi rangka jembatan raib di tangan-tangan jahil. Di tahun 1995 jembatan tersebut masih utuh, tetapi seiring terjadinya Krisi moneter dan reformasi diketahui bahwa bagian jembatan banyak yang hilang pada tahun 1998.

Faktor stabilitas ekonomi itulah yang menjadi menjadi penyebab pencurian besi jembatan tersebut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Namun, pencurian bagian besi jembatan terseut diyakini bukan oleh orang biasa.

Sebab, jika asal melepas baut jembatan bisa roboh. Maka dari itu diyakini bahwa oknum yang melakukan pencurian besi jembatan adalah orang yang mengerti konstruksi jembatan kereta api.

Tidak hanya itu, pencurian juga tidak dilakukan dengan alat yang sederhana. Bermodalkan gerjaji besi saja tidak cukup untuk membongkar besi tersebut. Apa lagi besi rel jembatan berkualitas grade A.

Diperkirakan harga per kilogram besinya mencapai Rp5 ribu dengan berat rel yang melintang hingga 698 ton. Dengan begitu, perkiraan asset yang habis dicolong itu mencapai Rp3 miliar lebih.

Meskipun begitu, Jembatan Cipamotan tetap menjadi bagian dari warisan perkeretaapian Indonesia dan berdiri kokoh selama lebih dari 1 abad lamanya. *** (Meyra Pangestika)

Rekomendasi