

inNalar.com – Pulau Penyengat merupakan pulau bersejarah yang penuh misteri di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Cara untuk sampai ke pulau ini, pengunjung harus menaiki kapal dengan total biaya Rp 7000 per orang dengan kapal yang menampung 15 orang.
Pulau ini memiliki berbagai macam peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah tersebut antara lain seperti Makam Raja Ali haji dan Masjid Sultan.
Cara menempuh berbagai tempat di Pulau Penyengat, pengunjung disiapkan dengan becak motor.
Biaya transportasi ini dikenai budget Rp.30.000 per dua orang dan Rp.40.000 per tiga orang.
Baca Juga: Anggaran Mencapai Rp 202 Miliar! Inilah Nama-nama Jembatan yang Akan Dibangun di Provinsi Riau
Pulau Penyengat disebut juga sebagai pulau pangkeas yang artinya buaya.
Hal ini disebabkan karena bentuk Pulau tersebut mirip seperti Buaya jika dilihat di Kota Tanjung Pinang.
Pulau ini sudah lama dikenal oleh pelaut sebagai tempat singgah para nelayan saat mencari air tawar.
Pulau Penyengat berawal dari para nelayan yang tersengat oleh ribuan hewan penyengat kala mengambil air tawar di persinggahan.
Terdapat sebuah bangunan kuno yang awalnya merupakan balai pengobatan.
Bagi pencinta hal mistis dan hororr, termpat ini menjadi rekomendasi untuk dikunjungi.
Pulau ini juga terdapat makan Raja Ali Haji yang merupakan Pahlawan Nasional Riau.
Beliau adalah seorang pelopor Sastrawan Melayu pada abad ke-19.
Bagian dalamnya terdapat banyak makan dengan berbagai macam tulisan gurindam di dinding bangunan.
Dilansir dari Youtube Raymond Zhou, bangunan makam tadi dicat menggunakan putih telur agar menjaga kelestariannya.
Pulau Penyengat juga terdapat Museum untuk menyimpan berbagai peninggalan sejarah.
Tersimpan berbagai macam informasi bersejarah dari Pulau Penyengat.
Tempat dengan hal misterius terdapat di Istana Kantor. Di Istana ini sering terjadi hal-hal mistis yang tidak masuk akal.
Pemilik Channel Raymond Zhou mengungkapkan bahwa ia mendengar suara 3 kali ketukan kayu dari dalam Istana.
Saat berkunjung, sebaiknya kita harus mengetahui dan percaya mengenai hal supranatural.
Hal ini dilakukan agar kita bisa lebih menghormati hal-hal mistis tersebut.***