

inNalar.com – Pada hari Jumat, 1 Desember 2023, IMF mengumumkan bahwa mereka akan merevisi prospek ekonominya.
IMF akan merevisi prosepek ekonominya untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara akibat konflik antara Hamas dan Israel yang tengah berlangsung.
Konflik antara Hamas dan Israel ini memiliki konsekuensi yang luas bagi masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut.
Namun, tidak disebutkan apakah revisi tersebut akan dirilis sebelum publikasi prospek berikutnya.
Publikasi prospek tersebut akan jatuh tempo pada bulan Januari 2024 mendatang.
Konflik beskala besar akan menjadi tantangan ekonomi besar bagi kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Jika terjadi konflik berskala besar, yang pasti adalah bahwa perkiraan untuk negara-negara yang paling terkena dampak langsung akan diturunkan.
Selain itu, kebijakan untuk melindungi perekonomian dari guncangan dan menjaga stabilitas akan menjadi sangat penting.
Diketahui bahwa Israel melanjutkan pemboman mematikan di Jalur Gaza pada hari Jumat setelah gencatan senjata gagal.
Israel juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyerang lebih dari 200 sasaran di wilayah Palestina yang padat penduduk.
Meskipun begitu, terdapat seruan internasional untuk gencatana senjata lagi yang kenyataanya diabaikan oleh Israel.
Hingga kini, terdapat lebih dari 15 ribu warga Palestina telah terbunuh di Jalur Gaza.
Sebagian besar korban jiwa merupakan warga sipil yang menurut Kementerian Kesehatan pemerintah Hamas termasuk setidaknya 178 orang pada hari Jumat, 1 Desember 2023.
Meningkatnya risiko akibat konflik dapat meningkatkan biaya pinjaman yang berdampak buruk bagi negara-negara yang memiliki banyak hutang.
Jika konflik terus berlangsung, negara-negara rentan dan terkena dampak konflik di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara dapat mengalami penurunan aliran bantuan penting.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi