Imam Masykur Pemuda Asal Aceh yang Dianiaya Oknum Paspampres hingga Tewas, Bagaimana Kronologinya?

inNalar.com – Imam Masykur (25) merupakan pemuda asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Birueun, Aceh. Ia tewas akibat penganiayaan berat.

Pelaku penganiayaan tersebut berjumlah tiga orang salah satuya diduga merupakan oknum paspampres bernama Praka Riswandi Manik atau biasa disebut Praka RM dan dua terduga lainnya yang merupakan oknum prajurit TNI.

Hal itu juga telah dikonfirmasi oleh Komandan Paspampres Mayjen Rafael Granada bahwa Praka RM memang oknum paspampres.

Dua minggu sebelum ditemukan meninggal dunia, Masykur dan kedua kawannya juga pernah diculik serta diminta uang tebusan sebesar Rp13 juta oleh pelaku.

Namun saat itu salah satu kawan Masykur memberikan uang tebusan yang diminta akhirnya ketiganya selamat.

Baca Juga: Update Kasus Penculikan dan Penganiayaan oleh Terduga Oknum TNI dan Paspampres: Ada Keterlibatan Warga Sipil!

Lalu pada kasus terakhir, Imam Masykur dan seorang temannya diculik kembali dari tempatnya bekerja, serta meminta uang tebusan sebesar Rp50 juta. Teman Masykur berhasil kabur, sedangkan Masykur tidak selamat.

Baru-baru ini di media sosial Facebook tersebar video penganiayaan yang dilakukan Praka RM, di video tersebut menunjukkan lokasi penganiayaan yang berada di dalam sebuah mobil.

Pada video itu juga terlihat luka memar di bagian punggung Masykur akibat pukulan keras yang dilakukan berulang kali.

Diketahui pada 12 Agustus 2023 Masykur sempat menghubungi salah satu anggota keluarganya bernama Said, Masykur melaporkan bahwa dirinya sedang dianiaya serta meminta tebusan Rp 50 juta.

Baca Juga: Waspadalah! Terdapat 4 Daerah di Jawa Timur dengan Kasus Kejahatan Tertinggi, Ternyata Ada Kota Wisata Juga

Pelaku penculikan juga diduga mengancam ibu korban dengan mengatakan akan membunuh Masykur serta membuang jasadnya di sungai apabila tidak diberi uang tebusan yang diminta.

Pada 13 Agustus 2023, Said mendatangi Pold Metro Jaya untuk membuat laporan atas hilangnya Masykur, namun polisi menyuruh Said membawa saksi.

Dua hari setelah polisi menerima laporan, tepatnya pada 15 Agustus 2023 korban ditemukan di Sungai Karawang, diduga pelaku membuang jasad korban di Waduk Jatiluhur, Purwakarta lalu kemudian hanyut terbawa arus.

Setelah ditemukan, jenazah Masykur dibawa ke RSUD. Lalu oleh keluarganya jenazah Imam Masykur dimakamkan di Dusun Arafah, Kelurahan Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura Kabupaten Birueun, Aceh.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri di Tebet Jadi Korban Penusukan, Salah Satunya Tewas. Siapa Pelakunya?

Diketahui Imam Masykur berniat mengadu nasib dengan merantau dari Aceh ke Tangerang Selatan dan akhirnya memiliki toko kosmetik dan obat-obatan sendiri.

Seorang wanita yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa pada saat penculikan itu terjadi, toko milik Masykur sedang dalam keadaan buka.***

 

Rekomendasi