

inNalar.com – Bulan adalah satelit alami dari planet kita, bumi. Hal ini dikarenakan bulan bergerak mengelilingi planet kita, bumi.
Belum ada banyak hal diketahui tentang bulan karena jaraknya yang jauh di luar bumi. Oleh karena itu, penelitian tentang bulan terus dilakukan hingga saat ini.
Baru-baru ini, ilmuwan menemukan kalau ternyata ada sesuatu di inti atau pusat bulan, mirip dengan planet bumi.
Pada dasarnya, bulan memiliki kemiripan dengan bumi. Baik bulan maupun bumi memiliki beberapa lapisan dari yang paling atas sampai dengan inti.
Lapisan dari bulan sendiri terdiri dari inti bulan, mantel, dan kerak bulan. Dalam lapisan mantel sendiri terdapat dua lapisan moonquakes (lapisan gempa bulan).
Sesuai dengan namanya, kerak bulan berada di area terluar dari bulan. Mantel bulan merupakan bagian terbesar.
Kemudian, inti bulan berada di tengah-tengah dan merupakan bagian terdalam dari bulan.
Dilansir inNalar.com dari NASA Science Earth’s Moon, inti bulan adalah logam yang berbentuk padat. Sebagian besar logam atau mineral yang ada dalam inti bulan adalah besi dan nikel.
Ukuran dari inti bulan juga relatif kecil, hanya sekitar 20% dari ukuran bulan keseluruhan. Hal ini sangat jauh berbeda dengan inti bumi yang besarnya mencapau 50% dari besar keseluruhan.
Meski berbentuk padat, tapi ilmuwan menemukan bahwa bagian luar dari inti bulan berbentuk cair, sedangkan bagian dalamnya lah yang berbentuk padat.
Para ilmuwan menggunakan teknik seismologi ada data Apollo dan menemukan bahwa inti bulan yang padat dengan radius sekitar 240 km dan kepadatan sekitar 8.000 kg per meter kubik.
Baca Juga: Bulan Terus Bergerak Menjauh, Apakah Bumi Akan Kehilagan Satelit Alaminya? Penyebabnya Adalah…
Temuan ini mengkonfirmasi hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan menyajikan alasan kuat jika inti bulan berbentuk padat dan kokoh.
“Hasil yang kami dapatkan mempertanyakan revolusi medan magnet bulan berkat demonstrasi keberadaan inti dalam dan mendukung skenario pembalikan mantel secara keseluruhan,”
“Hal itulah yang memberikan wawasan penting mengenai lunar bombardment dalam miliaran tahun pertama tata surya,” tulis seorang astronom yang tergabung dalam tim yang dipimpin oleh Arthur Briaud dari French Nastional Centre for Scientific Research di Perancis.
Lunar bombardment sendiri merupakan sebuah kejadian yang terjadi sekitar 4,4 miliar tahun yang lalu.
Pada tahun itu, tata surya masih terlihat seperti permainan dodgeball raksasa dengan comet, asteroid, dan banyak benda lainnya menabrak bulan juga beberapa objek luar angkasa (yang berhubungan dengan bumi) lain.
Lunar bombardment berakhir sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu.***