

inNalar.com – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil sentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir pada Jumat, 15 Desember 2023.
Apa itu IHSG? Dilansir dari sikapiuangmu.ojk.go.id, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang mengukur kinerja harga semua sahan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Grafik indeks nilai stock gabungan ini umumnya dapat ditemukan dengan mudah saat kitas mauk ke BEI atau aplikasi investasi lainnya.
Baca Juga: Stasiun MRT Mengalami Perubahan Nama Menjadi ‘Senayan Mastercard’, Nilai Hak Penamaannya Fantastis
Sesuai dengan namanya, indeks gabungan ini dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah stock di bursa atau Market Value Weighted Average Index.
Selain menampilkan grafik indeks gabungan dari berbagai nilai stock di bursa Indonesia, indeks nilai stock gabungan ini juga berfungsi sebagai pengukur kinerja portofolio dari seorang investor.
Tidak hanya itu, indeks stock gabungan ini juga dapat digunakan sebagai indikator pergerakan pasar modal.
Hal ini karena grafik dari indeks didapatkan dengan perhitungan secara real time, maka, pergerakan naik atau turunnya indeks nilai stock gabungan ini dapat menjadi indikasi apakah nilai stock dalam pasar modal naik atau turun.
Pada perdagangan Jumat pagi ini, yakni pada pukul 10.01 WIB, IHSG sentuh level tertinggi dalam satu tahun terakhir dan berada di angka 7.211,40.
Sejalan dengan naiknya indeks stock gabungan pasar modal Indonesia ini, beberapa emiten juga mengalami kenaikan secara signifikan dan beberapa lainnya justru penurunan yang cukup banyak.
Baca Juga: Bulutangkis Jepang dalam Bencana, 2 Ganda Putri Alami Cedera Jelang Olimpiade Paris 2024
Salah satu emiten yang mengalami kenaikan harga saham per Jumat pagi adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai 9.150 atau Rp915.000 per lot.
Angka tersebut naik sebanyak 1,1% dari harga penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 9.050 atau sekitar Rp905.000 per lot.
Selain BCA, perusahaan lain yang juga mengalami kenaikan saham adalah Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).
Nilai stock ADRO naik sebanyak 2.81% dan berada di angka 2.560 atau sekitar Rp256.000 per lot.
Sedangkan salah satu stock yang mengalami penurunan adalah milik Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang titik terendahnya mencapai 6.550 atau turun sebanyak 2,24%.
Sayangnya, naiknya grafik IHSG ini hanya bertahan selama beberapa saat dan kembali terjun ke titik 7.178 setengah jam kemudian.***