

inNalar.com – Idul Fitri 2022 jatuh pada tanggal berapa, menjadi pertanyaan banyak orang. Sebab Ramadhan akan segera berakhir dan umat Islam akan bersiap-siap menyambut hari raya yang sangat dinanti-nantikan.
Pada awal penentuan Ramadhan 2022 sudah terjadi perbedaan pendapat, Muhammadiyah memutuskan lebih awal satu hari karena meyakini metode hisab yang digunakan sudah menunjukkan 2 derajat.
Itulah yang menjadi tanda bahwa Ramdhan 2022 sudah tiba dan harus segera sholat tarawih serta sahur lalu untuk puasa. Sedangkan Keputusan Pemerintah melalui Kementerian Agama dan NU serta ormas lainnya baru menyusul setelahnya.
Baca Juga: Kok Bisa Ramadhan 2030 Terjadi 2 Kali dalam Satu Tahun? Ini Alasannya Menurut Astronom Arab Saudi
Berbeda antara keputusan penentuan awal dan akhir Ramadhan 2022, BRIN memprediksi akan adanya kebersamaan pelaksanan Idul Fitri 2022, baik antara Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU serta ormas Islam lainnya. Tetapi yang terakhir dengan metode rukyah tetap harus menunggu penetapan pada Sidang Isbat nanti.
Dikutip inNalar.com dari artikel Berita DIY berjudul “Kapan Jadwal Idul Fitri Pemerintah, NU dan Muhammadiyah? BRIN Prediksi Tanggal Lebaran 2022 Akan Bareng“ pada Sabtu, 23 April 2022 hari raya akan bersamaan.
Perlu diketahui Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1443 H atau Hari Raya Idul Fitri pada 2 Mei 2022. Muhammadiyah menggunakan metode hisab.
Baca Juga: Sibuk Beli Baju Baru di Akhir Ramadhan? Ini Ceramah Ustadz Khalid Basalamah
“Posisi kriteria berada di area perbatasan. Wilayah Sabang sedikit memenuhi kriteria. Dengan hisab yang dilakukan di Sumatra juga memenuhi kalau menggunakan elongasi geosentrik. Hasil rukyat, pada sidang isbat akan diterima, ini akan seragam pada 2 Mei 1 Syawalnya,” ujar Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, dikutip dari Antara, 19 April 2022.
Dia menjelaskan posisi bulan pada 29 Ramadhan atau 1 Mei 2022 sudah di atas 3 derajat dengan elongasi sekitar 6,4 derajat. Angka ini melebihi kriteria yang disepakati Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Selama ini, kriteria hilal awal bulan Hijriah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat mengubah kriteria menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Namun, bagaimana jadwal Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah maupun NU? Pertanyaan ini akan terjawab usai rukyatul hilal dan Sidang Isbat.
Pemerintah sudah menetapkan Sidang Isbat akan diselenggarakan pada 1 Mei 2022. Akan ada 99 titik lokasi pemantauan hilal di seluruh daerah di Indonesia.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, sebelumnya mengungkapkan Sidang Isbat akan diselenggarakan hybrid. Artinya, ada peserta sidang yang mengikuti secara offline dan ada yang online.
“Pada hari rukyat, 29 Ramadan 1443 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk dan di atas kriteria baru MABIMS yaitu di atas 3 derajat,” kata Kamaruddin dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 18 April 2022.
Itulah informasi kapan jadwal Idul Fitri 1443 Hijriyah versi pemerintah, NU dan Muhammadiyah. BRIN
(F Akbar/Berita DIY)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi