“Kami akan membuat Satgas yang berisikan anggota organisasi profesi IDI. Ini diharapkan dapat mengantisipasi penyakit pandemi maupun endemic.” Jelas Dr Hanny.
IDI akan bekerja sama juga dengan Kementerian Kesehatan terkait untuk menghadapi cacar monyet.
Selain itu, IDI juga berkoordinasi dengan organisasi lainnya.
Seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Penghimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Indonesia (PERDOSKI).
Namun nantinya juga ada Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS Patklin).
“Kami dari Satgas PB IDI akan membantu dan akan selalu berkolaborasi dengan Kemenkes tentunya terkait info dan hal-hal yang terjadi belakangan,” ucap Dr Hanny.
Menurutnya akan ada 6 organisasi yang akan membantu dalam penanganan penyakit cacar monyet.