Hutangnya Rp1,5 Triliun, Pabrik Teh di Jawa Barat Ini Sudah Bangkrut Tapi Produknya Tetap Beredar, Kok Bisa?

inNalar.com – Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang tingkat perekonomiannya cukup tinggi.

Sektor industri merupakan salah satu hal yang mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Jawa Barat, salah satu penunjangnya adalah pabrik teh.

Terdapat beberapa perusahaan atau pabrik besar yang berdiri di Jawa Barat. Salah satunya pabrik teh yang memiliki banyak hutang diambang bangkrut.

Baca Juga: Kocaknya Foto Dua Sejoli, Dikiranya Pakai Latar Salju Luar Negeri, Ternyata Endingnya Bikin Tepuk Jidat

Namun, iklim usaha memang tidak menentu, ada yang berhasil, tetapi ada kalanya terpaksa harus mengalami kebangkrutan dan itu terjadi di Jawa Barat.

Seperti salah satu pabrik terbesar di Jawa Barat ini harus pailit pada tahun 2018 lalu.

Pabrik teh terbesar di Jawa Barat ini diprakarsai oleh PT Sariwangi AEA.

Baca Juga: Valuasi Sempat Anjlok Hingga Rp3.000 Triliun, Shopee Mampu Tetap Bertahan Meski Harus Lakukan Ini

PT Sariwangi AEA merupakan salah satu perusahaan yang telah populer namanya bagi masyarakat Indonesia.

Pabrik teh terbesar di Jawa Barat ini telah berdiri sejak tahun 1962 silam dan didirikan oleh Johan Alexander Spit.

Pabrik teh PT Sariwangi AEA ini merupakan pelopor teh celup yang menciptakan cara baru meminum teh pada tahun 1973.

Baca Juga: Inilah Desa Wisata di Kalimantan Selatan yang Terdapat Makam Ulama Keturunan Nabi Muhammad SAW, Bisa Tebak?

Saat masih beroperasi pabrik teh PT Sariwangi AEA berkantor di Gunung Putri Bogor, Jawa Barat.

Selain bergerak di bidang perdagangan komoditas teh, PT Sariwangi AEA ini juga merupakan produsen blending dan pengemasan.

Adapun beberapa produk berlabel sariwangi diantaranya Sariwangi Teh Asli, Sariwangi Teh Hijau, Sariwangi teh melati, dan lain-lain.

Baca Juga: Fantastis! Capai Valuasi Hingga Rp450 Triliun, GoTo (Gojek Tokopedia) Jadi Unicorn Terbesar di Asia Tenggara

Sayangnya, pabrik teh pelopor teh celup di Indonesia harus pailit dan tutup permanen pada tahun 2018 silam.

Bangkrutnya pabrik teh PT Sariwangi AEA ini dikarenakan terlilit hutang hingga mencapai angka Rp1,5 Triliun.

Meskipun dijatuhi pailit, tetapi teh Sariwangi ini tetap produksi dan masih tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kok bisa?

Baca Juga: Berikut 3 SMA Terbaik di Kalimantan Selatan yang Mempunyai Peringkat Tertinggi Nasional, Ada Sekolahmu?

Jauh sebelum PT Sariwangi AEA ini dinyatakan pailit, merek sariwangi telah dijual ke PT Unilever Indonesia Tbk pada tahun 1989.

Jadi, PT Unilever lah yang memiliki merek Teh Sariwangi dan hak untuk menjual teh Sariwangi.

Maka dari itu, hingga kini masih banyak dijumpai teh celup dengan merek teh Sariwangi.***

 

Rekomendasi