

InNalar.com – Meningkatnya polusi udara di sebagian besar kota di Indonesia membuat pemerintah memikirkan banyak cara dan solusi jitu untuk mengatasinya.
Salah satu upaya penyelesaian polusi udara ini adalah dengan penerapan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) berupa hujan buatan.
Solusi yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu tersebut sampai sekarang masih dipertanyakan keberhasilannya.
Baca Juga: Nasib Sopir Truk Pada Tragedi Pemotor Lawan Arah di Lenteng Agung Jakarta Selatan: Ini Faktanya!
Sebagian masyarakat, merasa bahwa penawaran solusi untuk menangani polusi udara tersebut kurang efisien jika dilihat dari permasalahan yang ada.
Meskipun pada kenyataannya hujan buatan telah berhasil padamkan Karhutla di Riau, namun ketakutan akan kegagalan masih menjadi titik fokus khalayak ramai hingga saat ini.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Tri Handoko Seto, menyebutkan beberapa negara yang telah berhasil menekan polusi dengan menerapkan cara serupa.
Lantas negara mana saja yang sejauh ini telah menerapkan teknologi tersebut? simak catatannya berikut ini.
1. Thailand
Pada awal tahun 2019 lalu, Thailand berhasil menurunkan hujan buatan untuk mengatasi polusi pekat yang menyelimuti ibu kota Bangkok.
Teknik modifikasi cuaca yang dipakai Thailand melibatkan pendispersian bahan kimia ke udara yang berguna untuk membantu pengembunan awan.
Baca Juga: Wisata Budaya Jawa Tengah, Pasar Tertua di Kota Ini Punya Kiprah Sejarah yang Luar Biasa Loh!
Operasi modifikasi cuaca ini melibatkan dua pesawat berteknologi canggih untuk menurunkan hujan artifisial di timur Bangkok, serta truk air dari Royal Thai Army (RTA) dan Bangkok Metropolitan Administration (BMA) sebanyak 60 unit untuk menyemprotkan air di jalan-jalan ibu kota.
2. Korea Selatan
Tak jauh berbeda dari Thailand, Korea Selatan juga pernah menerapkan modifikasi cuaca serupa pada awal 2019 lalu.
Upaya tersebut melibatkan beberapa pesawat tanpa awak yang membawa senyawa kimia untuk membuat hujan buatan.
Operasi yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Korea (KMA) tersebut sempat mengalami kegagalan, sebelum akhirnya kembali dilakukan pada Maret 2019.
Keberhasilan Korea Selatan dalam menurunkan tingkat polusi udara ini sejatinya masih menuai reaksi pro dan kontra.
Diketahui, pada waktu relatif berdekatan sejak adanya rencana penyemaian awan tersebut, Presiden Korea Selatan memutuskan untuk menutup lima belas persen dari jumlah PLTB yang ada di negaranya.
3. China
Menjadi negara paling sukses turunkan polusi udara sebanyak empat puluh persen dalam kurun waktu tujuh tahun, China berhasil membuat banyak negara tetangga terkagum-kagum.
Menggunakan metode penyemaian awan atau cloud seeding, China berhasil meningkatkan curah hujan sedikitnya sepuluh persen untuk membantu mengurangi polusi udara yang menyelimuti negara tersebut.
Saat ini, pihak pemerintah China bahkan telah mengumumkan adanya rencana untuk memperluas kapasitas operasional manipulasi cuaca hampir di seluruh negeri.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi