

inNalar.com – Perdana Menteri Israel Netanyahu berjanji untuk menyerang Rafah.
Dengan begitu, Israel akanmelewati apa yang disebut Presiden Joe Biden sebagai ‘garis merah’.
Hubungan antara Biden yang telah lama menyatakan dukungan kuatnya terhadap Israel dan Netanyahu menjadi tegang.
Baca Juga: Punya Kurma Lebih? Begini Cara Membuat Air Nabeez Beserta Manfaatnya untuk Tubuh
Biden menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel sedang menyakiti Israel dengan membunuh begitu banyak warga sipil dan invasi ke Rafah adalah ‘garis merah’ untuk mereka.
Dilansir inNalar.com dari dailymail.co.uk, Biden telah mengenal Netanyahu selama 50 tahun dan merupakan sekutu setia Israel.
Namun, baru-baru ini perkataan mereka menyiratkan bahwa hubungan mereka sedang menegang.
Pemerintahan Biden semakin tidak senang dengan meningkatnya jumlah korban warga sipil, yang kini mencapai lebih dari 30.000 orang.
Namun, etanyahu mengabaikan peringatan Biden dan mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menyerang Rafah.
Ia juga menyatakan bahwa sebagian besar dunia Arab mendukungnya dalam melakukan hal tersebut.
Netanyahu mengklaim dia tidak tahu ‘secara pasti apa yang dimaksud presiden’ ketika dia menyatakan bahwa dia ‘menyakiti’ Israel.
Netanyahu juga membantah klaim Kementerian Kesehatan Gaza bahwa lebih dari 30.000 warga sipil Palestina telah tewas dalam perang tersebut.
Dia mengklaim bahwa 13.000 tentara Palestina telah terbunuh, dengan antara satu hingga 1,5 warga sipil terbunuh untuk setiap pejuang.
Sehingga, menurutnya secara keseluruhan jumlah korban hanya mencapai 26 ribu.
Kini, Biden telah berulang kali mengkritik pendekatan keras Israel, menyebutnya ‘berlebihan’.
Biden juga mendesat terjadinya gencatan senjata untuk membantu warga sipil yang kelaparan.***