

inNalar.com – Pembangunan sebuah jalur yang yang digunakan sebagai akses kereta api di Jawa Tengah ini bertujuan untuk mendorong adanya pertumbuhan yang strategis di wilayah tersebut.
Target dari kerampungan pembangunan mega proyek berupa jembatan rel kereta layang di Jawa Tengah ini akan selesai pada bulan Juni tahun 2024.
Bahan pembangunan jembatan rel kereta layang di Jawa tengah ini merupakan proyek pembangunan prioritas , sehingga proses pengerjaannya dilakukan pemantaun dengan ketat.
Hal tersebut memiliki tujuan supaya tidak terjadi penyalahgunaan anggaran atau OTT KPK sehingga tidak ada pihak kontraktor yang merasa dirugikan.
Meskipun terdapat sedikit keterlambatan mengenai kerampungan dari pembangunan jembatan rel kereta layang Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk menjaga proyek tersebut tetap berjalan sesuai dengan prosedur dan juga rancangan.
Progres dari aktivitas pembangunan rel kereta layang yang berada di Simpang Tujuh Joglo Solo Jawa Tengah ini pengerjaannya terus berjalan tanpa adanya mangkrak atau pemberhentian sejenak.
Baca Juga: Bakal Hanguskan Rp18 Miliar, Pemkab Pamekasan Madura Jawa Timur Segera Buat Kawasan Industri Khusus
Pengerjaan yang tidak mengenal waktu para pekerja mengerjakan pembnagaun jembatan rel kereta layang ini dari siang hingga malam terus bekerja.
Tahap pengerjaan yang berfokus pada perkaitan hingga pemasangan pada struktur rangka baja di jembatan rel layang tersebut membutuhkan adanya akurasi.
Tidak hanya itu pengerjaan juga dilakukan dengan hati-hati disertai dengan alat crane yang digunakan untuk pemasangan puluhan ton yang sangat besar digunakan sebagai rangka baja supaya presisi.
Setelah kerampungan pada penyelesaian pemasangan struktur rangka baja pada satu titik akan dilanjutkan untuk pemasangan baja pada titik-titik berikutnya.
Proyek pembangunan jembatan rel layang ini menjadi terobosan untuk mengatasi kemacetan yang parah di Simpang Joglo, keberadaan dari jembatan rel layang ini memiliki peran penting.
Sebagai pembangunan antara jalur ganda pada Kereta Api Solo Balapan menuju ke Kalioso, dari adanya pembangunan infrastruktur yang memadai Pemerintah Kota Surakarta siap memberikan pelayanan yang baik, efisien dan juga prima untuk masyarakat.
Proyek rel ganda sendiri memiliki panjang 1,8 kilometer, uniknya desain yang digunakan untuk rel kereta tersebut mengadopsi dari kearifan lokal dari Kota Solo yang tidka lain yakni Batik Sidomukti, pasar klewer dan juga keraton yang identik dengan Jawa Tengah.
Proyek pembangunan yang dilakukan untuk rel ganda pada jalur Kereta Api Solo Balapan menuju ke Kalioso membentang hingga 10 kilometer.
Dilansir dari Setda Surakarta dari adanya pembangunan jembatan rel kereta layang tersebut dapat memberikan manfaat dari adanya sistem kereta api yang modern dan juga efisien. ***