inNalar.com – Puasa menjadi pilar agama islam yang ke empat sebagai sahnya keislaman bagi seseorang.
Pada bulan suci Ramadhan 2023, diwajibkan bagi seorang muslim untuk berpuasa selama satu bulan penuh, karena hal ini menjadi sebuah bentuk pertanggungjawaban seorang muslim kedapa penciptanya.
Sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi umat islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, pasalnya pada bulan ini Allah SWT melipatgandakan pahala sekecil apapun amalannya.
Namun, pahala yang diperoleh bisa saja tidak sempurna dikarenakan niat atau aktifitas manusia itu sendiri. Seperti tidur seharian atau membicarakan orang lain.
Oleh karena itu, selain menjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, kita juga harus bisa menjaga dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala shaum.
Sebagai puasa yang dihukumi wajib, maka di bulan Ramadhan ini menjadi sangat penting untuk dijaga dalam pelaksanaannya, karena apabila ada seseorang yang sakit atau sedang dalam perjalanan tidak berpuasa, maka wajib menggantinya setelah bulan Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkan.
Tidak hanya itu, ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang untuk berpuasa dihari itu tetapi tidak boleh makan dan minum (menahan) padahal sudah batal.
Kondisi ini juga mengharuskannya mengganti puasanya di selain bulan Ramadhan. Apa saja kondisi tersebut? Simak penjelasan berikut.
Dengan demikian untuk menghindari lupa, biasanya setelah sholat tarawih imam memimpin niat puasa untuk hari esok.
3.Seseorang yang sahur karena menyangka masih adanya waktu malam, padahal waktu sahur sudah habis.
Seringkali disebabkan cuaca yang sedang buruk, sehingga waktu sahur yang sudah terlewat masih terlihat seperti malam kerena tidak melihat matahari terbit.